19.7.04

Melukis Keajaiban





 




 

cinta, dengar
sukmaku meretih tertatih-tatih
menjejak perih
datangkah kau dari balik surga
basuh luka
balut hati yang terbelah
dan kau menghembus nafasmu
jernih akal kuhirup aromamu
dan kau sentuh nyawaku
meledak, mengalir. kau kecup. pilu
cinta, bagaimana...?
kau adalah keajaiban
tak mungkin terjawab
dan tak mungkin terukur
maha arti setitik senyum
terpantul di bening-bening cahaya
kamu indah terlukis di langit sana
tuhan, tolong benamkan dalam-dalam kepalaku
agar merasuk merindu arwahmu

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape