1.7.08

Kamu bukan sekedar teman. Kamu pahlawan,
setidaknya,
di kedua mataku.

Kamu bukan sekedar teman. Kamu kerinduan,
yang menggelitik,
selah desardesir nadiku.

Kamu bukan sekedar teman. Kamu kehangatan,
layaknya perapian jiwa,
saat hatiku membeku.

Kamu adalah kelemahan,
tak sekalipun mampu buat aku jadi punya kuasa,
pun senantiasa kamu buat aku merasa kuat.

Kamu adalah kesendirian,
tak sekalipun mampu temani tangisanku,
pun senantiasa kamu hadir mencium kelopak mataku; di tiap isakanku.

Kamu lebih dari teman, namun entahlah
bagaimana aku menyebut kehadiranmu.

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape