2.11.08

aku mengukir namamu pada sangkala malaikat di merah senyum gerhana
dan kamupun menjajah batinku dengan nafas, dengan sukma, dengan mata
selagi tubuhmu menulis nada demi nada,
dan senyummu menggumamkan suara yang sebelumnya tak ada
suara yang bersenandung tentang mimpi yang terlampau sepi
diatas manisnya sebuah ketidaksempurnaan dan lembutnya erang pagi yang terlalu dini

terima kasih ya, untuk kamu dan keberadaan kamu
yang mau mengasihi cacat pikiran, hati dan jiwaku.

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape