kamar
senin dini hari jam 2
popo tidur seharian, dari jam 3 sore. dia bedrest seharian, cuma bangun untuk makan, pipis dan minum obat. recovering sakit tipesnya. jadi aku tidur pelan-pelan di sampingnya, bermaksud untuk nggak ngebangunin dia. tapi dasar popo, sensornya masih nyala. langsung deh dia grasak-grusuk nempel. tangannya meraba-raba badanku dan memelukku erat. "dingiiiin..." katanya
aku, "sssshhh..."
pelukan popo semakin kuat. "dingiiiiiinnnnn..."
aku menaikkan selimut sampai ke kepala kami. "pake sweater, mau yah?"
popo, "dingiiiiiiiiiiiiiinnnnnn..."
aku, "aku ambilin sweater yah."
popo, matanya masih merem. aku bingung, sebenernya dia ngigo ato enggak.
aku bangun dari tempat tidur.
popo, "no, noooooooooooooo... don't leave me,"
aku, "aku cuma mau ambil sweater buat kamu,"
popo meracau. "no, no, no, no, no. don't leave me."
aku, "i'm not."
popo, "stay with me."
aku, "i'm staying."
popo, "stay with me. stay with me. stay with me. stay with me. stay, staaaaaaaaaaaaay..."
aku, "i'm staying." berbalik memutar badan, mata popo masih terpejam, aku bingung, "hey?"
popo, "stay with me, stay with me,"
aku, "hey, kamu ngigo ya?"
popo, "don't leave me, stay with me,"
aku, "sayang, i'm staying,"
popo, "stay with me, stay with me, stay with me, stay with me..." dia terus merintihkan kata itu berulang-ulang. aku nggak tega ngebanguninnya, yang bisa kulakukan cuma memeluknya. sedih. sumpah, aku sedih liat kamu begini.
aku sedih karena bisa-bisanya aku buat kamu berpikir kalau aku bisa ninggalin kamu. baby this hurts.
12.1.09
Killed by
Noran Bakrie
at
8:36 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment