19.3.09

dulu pernah ada orang berzina di kuburan
bodohnya/konyolnya burung si lakilaki nyangkut di dalam
nggak bisa keluar
semakin ditarik, yang perempuan semakin teriak
semakin ditarik, malah jadi semakin bengkak

diaraklah sepasang manusia malang itu sekeliling kampung
dua-duanya telanjang dan masih nyambung
suer! ini beneran kejadian, mamaku sampe bersumpah
dia lihat dengan mata kepala sendiri
persis 50 tahun yang lalu, di hari ulang tahunnya yang ke-5

jambi tahun 1959
pki masih berjaya dan tiap sekolah punya bunker
di rumah juga, kata mamaku, kami punya bunker
kakekku waktu itu adalah salah satu orang paling kaya
juragan kelapa sawit, kata mama
tiap sore kami sekolah ngaji, jam 3 berangkat dari rumah
jam 4 sampe. jalan kaki!
kalau liburan, kami diajak ke sawah nino (neneknya)
nino sungguh sakti, waktu itu sekelompok babi hutan mampir
dan mengoyak-ngoyak sawah-sawah di situ. semuanya hancur
eh hanya kavling sawah milik nino yang nggak disentuh!
suami nino lebih hebat lagi,
ditahan di penjara sama pki. ya, di dalam sebuah sel penjara.
namun ajaibnya, tiap maghrib dia bisa pulang ke rumah
bawa obat-obatan dan makanan enak dari dapur pki
katanya, biar pki sekali-sekali ngerasain dirampok itu nggak enak, cerita mamaku
padahal di maghrib itu, jasadnya masih ada di sel penjara
bersujud dan bersimpuh diam, sholat magrib.

cerita masa kecil mamaku adalah favoritku :)
selalu buat aku berandai-andai kalau aku hidup di masa itu
dimana rumah harganya masih seratus ribu perak
dan naek kopaja cuma 15 perak.

mama, semalam aku dan gerry berzina di kasur tipis
di loteng rumahnya di medan, kamar (mendadak) kami selama 2 minggu ini
keringatan badan kami, ketek kami sampe bau asem x)
gerry bilang dia suka keringatnya jatuh di badanku
untunglah disana nggak dekat kuburan
takut aku membayangkan burung gerry nyangkut di dalamku
walau kadang aku bilang kalau aku dan dia mau selamanya bersatu

oh ya! aku tau di loteng itu ada penunggu
yang senantiasa jadi penonton setia episode film biru kami
satu kakek-kakek cina dan kadang suka ada cewek kunti standar
model susana-lah. jubah putih. matanya segaris hitam, mukanya putih halus tanpa kerut.
aku pernah bilang itu ke gerry, selama dia nggak bisa liat mereka, dia nggak peduli
malah malam itu burungnya nggak berhenti berdiri
dan aku juga nggak bisa berhenti meluap-luap
semalaman mata kami nyalang dan bernafas terengah-engah
sampai pegal tulang selangkangan ini, sampai tepos pantat ini
sampai leherku penat bukan main
subuh tadi aku lemas dan tidak sedikit pun punya tenaga
kunikmati kasur tipis yang aslinya menyakiti tulang punggungku
akhirnya aku tersadar kalau badanku terasa hancur
aku merayap dan meringkuk memeluk gerry,
bagai bayi koala memeluk ibunya. biarinlah
masih mending daripada tidur di kasur tipis itu
dasar lanang jalang, gerry berdiri lagi
katanya sekali lagi, mumpung aku udah nempel
padahal aku merintih-rintih kecapekan
aku tak peduli, ya sudahlah suka-suka dia. aku tidur saja
tadi pagi pun kami terbangun dan tak berkata apa-apa
dia mencium keningku bilang, "i love you,"
aku diam. terbangun, tapi diam.
lama kemudian, dia bilang, "yuk mandi sama-sama yuk,"
aku menurut.
saking malasnya pake baju, kami berdua menyelinap
ke kamar mandi bawah berbalut handuk
main petak umpet karena nggak mau ketauan adik-adik tirinya yang masih smp-sma
aku tertawa terkekeh-kekeh bilang, "kok aku berasa maling ya? hehehe,"
dia nyalakan shower air hangat. membuka handukku.
mendudukkanku di meja wastafel, dan
menciumi dadaku dan leherku. menciumiku tak henti-henti
kami bercinta lagi di kamar mandi.

bahkan di mobil pun saat dia mengantarku ke sini,
kami berpelukan tidak mau berpisah.
dia bilang mau turun menemaniku menunggu pesawat boarding
aku bilang, buat apa. itu hanya akan buat kita berdua lebih sedih lagi
aku bilang padanya, waktu itu relatif
kadang dua minggu tak terasa terlewati,
kadang dua minggu rasanya seperti dua tahun.
semua yang bisa kendalikan, mesti bisa kita kendalikan,
termasuk perasaan dan keinginan.
itu semua masih dalam kuasa kita.
dia bilang, kalau lebih lama dari dua minggu?
aku bilang, itu urusan nanti. yang penting sekarang itu,
jangan biarkan kangen meracuni kita.
aku tau itu omong kosong, tapi apa lagi yang bisa aku bilang
sejujurnya, membayangkan malam ini tidur sendiri tanpa pelukannya saja
dengkulku sudah lemas, hatiku seperti melorot ke telapak kaki
terseret-seret sampai lecet lecet.

aku turun dari mobil dan berjalan lurus ke pintu masuk
pura-pura menghiraukan gravitasi gerry yang super kuat
menarikku untuk kembali, melukin dia dan nggak mau lepasin lagi.
berat ya, ma?
aku baru tau cinta bisa seberat ini.
bukannya mustinya cinta itu membebaskan,
dan menghembuskan semangat di diri?
selama ini aku menjalani cinta yang seperti itu.
baru kali ini aku tau ada yang kayak gini.
aku mengutuk perasaan ketergantungan ini.
sama seperti bang ucok, abang tiriku anak dari istri kedua bapakku, yang mengutuk heroin sambil menyuntikannya di urat nadi kepala,
aku benci kenapa aku mesti mecandu gerry.

aku ingat dulu pernah cerita sama temanku, dua minggu setelah loh tinggalkan aku
aku bilang, "sebelum ada loh, gue nggak kenapa-napa. sekarang loh udah nggak ada, gue pasti bisa balik nggak kenapa-napa." ujarku mantap.
kata-kata itu terngiang-ngiang di kepalaku sekarang.
sebelum ada gerry, aku gimana ya?
hmm. aku kenapa-napa. sebelum ada gerry, aku hancur. dan hancur itu gara-gara loh! gerry yang buat aku nggak kenapa-napa. kalau dia nggak ada saat itu, aku nggak akan disini sekarang. mungkin aku sudah menjelma jadi lacur seperti yang dulu aku lakukan, saking takutnya mencintai akhirnya memilih untuk tidak mau mengenal kasih sayang lagi. yang akhirnya menyakiti hati perempuan-perempuan lain lagi.
atau, kalo nggak laku, aku mungkin akan jadi manusia sok metropolis yang tiap pulang kantor, nongkrong nggak jelas dimana, ikut-ikutan mereka-mereka yang pura-pura kuanggap teman, ngobrolin topik-topik nggak guna, sambil nge-wine, nge-bir, nge-whisky. abis itu lanjut ke tempat nggak jelas dimana yang dj-nya nyetel lagu tarantuntung yang cuma bisa dinikmati kalo negak 1-2 pil inek. pulang jam 7 pagi buat mandi, tidur 2 jam, trus absen ke kantor dengan kepala berantakan nggak keruan.
atauu, bisa juga jadi positif, aku jadi pegawai idaman sok workaholic lembur tiap malem. berteman akrab dengan komputer, bersenggama dengan deadline dan internet. saking nggak tau mau ngapain lagi kalau malam-malam...
atau, bisa juga jadi warga jakarta biasa, pulang kantor makan di mal pacific place-lah, sency-lah, ps-lah, bahkan fx, mal yang amit-amit jelek banget dalemnya. abis makan keliling-keliling nggak jelas celingukan cari papan sale zara-lah, topshop-lah, debenhams-lah... pulang ke rumah bawa kantong belanjaan kanan kiri dan utang kartu kredit 2-3 juta. hmmm, yang ini nampaknya masih masuk akal aku lakukan hari gini, hehehe...

sebenarnya semua itu nggak ada salahnya, dan semua itu pernah aku lakukan. tapi...

tapi liat ma! sejak ada gerry.
aku pulang kantor langsung ke rumah. beli makan dulu di jalan kalau mama nggak masak, atau jemput gerry di kantornya atau dia jemput aku dan kami makan di jalan, lalu bawain kalian makanan.
sejak ada gerry, di tiap weekend, apalagi sabtu dan minggu, pasti kita selimutan di rumah, nonton dvd, baca novel, baca komik, main capsa. kadang ngedit foto atau video. trus kita punya sore-sore itu dimana kita semua nongkrong di teras, nemenin mama motongin rumput di taman depan. kadang gerry cuci mobil dan kadang aku, hmm, kadang aku duduk aja ngerokok dan ngobrol sama kalian ya? (memang pemalas anak prempuan mama ini ma... hehehe). ah! kadang aku suka buatin kalian ice lemon tea, bawain biskuit, trus kita ngobrol-ngobrol sambil nge-cengin orang-orang aneh... kadang yoga ikutan nimbrung.
sejak ada gerry, malam-malam di kamar yoga bisa keluar suara-suara mereka berdua yang lagi seru-serunya tanding tenchu atau maen volleyball di xbox. ketawa-tawa keras sampe sering yoga keselek saking semangatnya ketawa.
sejak ada gerry, ada yang masakin nasi goreng buat sarapan kalo mama bangun kesiangan. ada yang bisa nganter-nganterin mama kalo pergi ke pengajian malem-malem. dan ada yang bisa mama suruh angkat beras, angkat gas dan lindungi mama saat yoga kumat.
sejak ada gerry, ada yang bisa mama ajak sekongkol setiap kali kelakuan aku nyebelin dan buat mama gondok. ada yang bisa mama jadiin pelampiasan ngomel-ngomel karena aku udah tambeng diomelin mama.

sebelum ada gerry, kita nggak begini. dan kalau dia nggak ada nanti, semua yang kita lakuin di atas, nggak akan terasa sama lagi.
itulah ma.
mungkin salahku juga membiarkan dia jadi poros tempat kehidupan kita berlangsung, jadi bandul penyeimbang di keluarga kita. mungkin salahku juga kubiarkan dia jadi penyelamat dan penjaga di rumah kita.
karena kini aku sudah terlalu enak hidup bahagia dengannya, aku ngelunjak dan nggak rela kehilangan dia. ya, aku memang manusia manja seperti semua manusia lainnya.
semoga tidak berlebihan, kalau aku hanya ingin kebahagiaanku jangan cepat-cepat berlalu. coba deh ma, manusia mana yang nggak pengen begitu?
ah aku ngomong apa sih ni. padahal aku cuma mau cerita, kenapa aku bisa sampai segininya mecandu gerry, ya karena itu tadi. dia obat aku, kadang jadi obat kita semua. aku perlu dia supaya aku tetap sehat. aku perlu dia sehat, supaya aku tetap sehat.

sebenarnya gerry bilang, kalau dia ada tabungan untuk bayar obat yoga dua bulan ke depan. dia bilang waktu kami di medan, aku nggak harus balik jakarta, dia aja yang beliin obat yoga. tapi manalah aku tega, ma. dia udah terlalu banyak menghabiskan tabungannya sejak tinggal di rumah kita. aku nggak mau membebani dia lagi, aku kan perlu dia sehat. itulah kenapa, kini kutelan harga diriku dan ambil kerjaan di agency lagi. udah nggak ada waktu buat relokasi ke luar negri dan menaklukkan dunia seperti rencana awal, bapaknya sakit dan yoga perlu dibelikan obat kan ma... ah so much for my silly silly dreams.
sekarang musti kembali ke kenyataan. kemarin aku dengan bodohnya sempat berpikir di dunia ini cuma ada aku dan dia. nggak apa bapaknya, nggak ada yoga, nggak ada tagihan kartu kredit, nggak ada cicilan kontrak rumah, nggak ada kucing di rumah yang merengek minta dikasih whiskas. hmmmhh...
ah nggak pa-pa, dunia nyata juga menyenangkan. masalah-masalah itu menyenangkan. orang-orang menyebalkan itu menyenangkan. satu-satunya yang nggak menyenangkan adalah fakta gerry masih harus stay di medan sedang aku mesti kembali adu idealisme dengan kota besar macam jakarta. sendirian.

semoga waktu beneran relatif ya ma, semoga dua minggu memang rasanya seperti dua jam, nanti saat aku sampai di sana.

oh ya, umur mama hari ini genap 55 tahun!
tadi mama telfon cerita soal asuransi mama yang mama batalkan dan bilang pengen buat baru lagi. mama bilang, "nggak pa-pa, mama udah tua ini. buat siap-siap. mbah (kakekku/bapaknya) aja meninggal umur 54, lebih muda dari mama sekarang..."
saya jawab, "tapi nenek meninggal umur 80 ma... kalo mbah kan banyak makan enak, santan-santanan, kolesterol-lah, jadi jantung... mama sama aku kan makannya prihatin, sayur, hehehe... sehat-lah..."
trus mama ketawa, bilang, "iya ya? mama mau tuh nanti kalo umur 80 setua nenek, jadi nenek koboi masih nyetir mobil kemana-mana..."
aku tersenyum dalam hati.

itulah doaku hari ini. kalau tuhan nanya, aku mau apa buat mamaku, aku akan jawab, aku mau mamaku pas tua bangka nanti tetap jadi pribadi yang kuat, punya jiwa yang sehat dan semakin memberi pengaruh positif bagi orang-orang disekitarnya, termasuk aku.
terserah, urusan rejeki itu saya serahkan sama tuhan aja. saya cuma mau mama saya selalu bahagia. dalam keadaan apapun juga. titik.
selamat ulang tahun, mamaku yang keras kepala dan cerewet...






oh ya, kalo masih penasaran sama nasib sepasang orang yang berzina di kuburan itu, yang burungnya nyangkut dalam perempuannya dan diarak keliling kota jambi sambil dimaki-maki dan dikutuk orang satu kampung, well, kata mamaku, akhirnya yang laki-laki meninggal. burungnya dipotong, potongan burungnya yang nyangkut dalam perempuan itu dikeluarkan dengan cara dikorek-korek sampe hancur itu alat kelamin. itu beneran. mamaku bersumpah. dia akan nganterin aku ke kuburan si laki-laki lain kali kita pulang ke jambi.


- polonia medan, 19 maret 2009
nungguin pesawat boarding, jam 2, sambil ngunyah bekal lumpia daging yang dimasakin mami tirinya gerry. kali ini nangis sedikit, tapi nangis karena ingat kalau aku super super super sayang sama kamuuuuuuu, popoooo... ^_^ kita jangan lama-lama pisah ya? semoga papi cepat sembuh, because i need to borrow his son here by my side! :))

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape