6.3.09

tentang walt disney

"Kamu tau kenapa Walt Disney memilih figur tikus (Mickey Mouse) di kartunnya?"

Mikir. Trus jawab: "Lucu."

Terbahak, trus gigitin idung saya sekilas. "Muka kamu tomblo amat sih Mo. Muka kamu tuuuh, yang lucu."

"Eeeh, Mickey itu lucuuu...!"

"Iya. Iya. Emang. Kamu kan, ngefans sama Walt Disney kan? Kenapa ngefans sama Walt?"

"Iya, abis aku tumbuh dikelilingi dunianya. Aku maniak Donal Bebek dulu, Donal itu komik pertama yang aku tau.
Aku berasa banyak nilai dari komik-komik itu yang membentuk pemikiran aku sekarang...
Seperti misalnya, Paman Gober yang uangnya segedung tapi nggak punya temen dan numpang makan di rumah Donal, ngakunya sih karena pelit, padahal karena kesepian...
Atau Donal yang selalu apes, punya saingan si Untung yang ngongkang-ngongkang kaki aja rejekinya dah seliweran dimana-mana... Tapi ujung-ujungnya walau kalah bersaing, Kwik Kwek Kwak selalu sayangnya sama Donal... Padahal kalo mereka mau idup enak, ngintilin Untung aja... Bahkan Desi juga, walau awalnya matre dan nempelin Untung, ujung-ujungnya selalu milih Donal...
Hehehe... hmm. Pokoknya banyak deh pengaruh karakter Walt Disney yang bentuk sifat aku..."

Dengerin aku cerita sambil menahan senyum. "Hehehe... Kamu sukanya sama Donal ya? Kalo sama Miki?"

"Suka juga. Cuman Miki terlalu sempurna. Baik hati, pinter, setia... tapi Miki itu adalah karakter pertama yang jadi signature Walt Disney sih. Disney berawal dari Miki..."

"Yup. Sebenarnya awalnya figur pertama yang Walt buat itu kelinci, namanya Oswald. Bukan tikus bernama Miki."

"Oooo..."

"Tapi entah karena masih polos apa kurang gencar promosi apa gimana, Oswald Si Kelinci kalah trademark sama Universal, bahkan Universal membajak beberapa tim animator Oswald yang awalnya di Disney... Jadilah Walt kecolongan, back-to-ground-zero."

"Oooooo..."

"Kamu tau kenapa Walt Disney akhirnya milih figur tikus sebagai percobaan berikutnya?"

"Enggggaaaaaakkk. Tadi kan kamu dah nanya, aku nggak tau. Ayo kasih tauuu,"

"Walt Disney itu awalnya orang susah. Orang miskin, rumahnya bisa dibilang rumah gembel Ran. Kayak film Slumdog Millionaire itu deh. Kamu tau ndiri gimana joroknya lingkungan kayak gitu... Tiap malam sebelom tidur di kamarnya, Walt udah langganan liat tikus segerombolan bolak-balik lari-lari di depan matanya...
Jadi dia suka gambar-gambarin itu tikus-tikus di bukunya..."

(Terdiam)

"Yah, nah itulah, makanya... Dia jadi terinspirasi untuk memilih figur tikus..."

(Kagum.)
(Oh ya, aku udah bilang kan, kalo Popo itu maniak film? Dia pernah menonton setidaknya 70% film di dunia kayaknya, hehe, lebay deng. Database filmnya bersaing ketat-lah, sama IMDB, hehehehe. Dia punya satu kamar yang fungsinya sebagai perpustakaan film di rumahnya. Ya, dia punya semua film Disney, dari jaman Mickey belom pake baju sampe udah 3D kayak sekarang. Cuma kadang aku nggak kepikiran, kalo selain menikmati film, dia juga mencari tau sejarah di balik film-film yang dia tonton.)

"Aku juga nge-fans sama Walt. Sama kayak kamu. Cuma aku nge-fans-nya beda. Aku salut aja, dia bukti sejarah bahwa setiap manusia bisa mendulang sampah jadi emas.
Banyak orang miskin tinggal di gang-gang kumuh Ran, tapi dia, bisa membangun kerajaan kartun terbesar di dunia, dari kemiskinannya..." bersender di kursinya di sampingku, bercerita sambil memandang ke udara kosong. Dan dia bercerita sambil mengulum senyum.

(Ya Tuhan, dia jatuh cinta.
Aku masih kagum.)

"Yang buat aku tambah salut, dia sama sekali nggak protes waktu karakter pertamanya, Oswald, dibajak Universal. Dia berbesar hati dan cari jalan lain, ya karakter Miki Tikus ini. Sekarang kamu liat aja, Oswald nggak ada upil-upilnya dibanding kesuksesan Miki..."

(Masih. Aku masih terpana liatin dia cerita.)

"Hebat ya, Walt Disney...?" lanjutnya lagi.

...
...

("Kamu juga hebat, Popo. Someday you'll be a Walt Disney. Amin.")

---
Jakarta-Medan, kabin Air Asia, Kamis, jam 6an sore
Baru aja foto-fotoin matahari terbenam
trus pengen nonton film di iPod-nya Popo.
Awalnya Popo mau nonton Wall-E, eh trus saya liat dia punya film Mickey Mouse gitu. Edisi Natal kayaknya.

Trus saya minta nontonnya itu aja... Popo nggak mau, mau-nya Wall-E...
Trus saya bilang, "Huuuuu tapi saya udah lama nggak nonton film kartun Walt Disneeeeey. pengen liat Mickeeeeeeey..."

Dan kemudian Popo nanya, "Kenapa Walt Disney milih figur tikus di kartunnya?" -- Trivia yang sederhana. Namun taunya sarat inspirasi. Uh uh Popo, you are an endless turn-on!

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape