Pulang. Entah kemana.
Rumahku ada di bawah awan dan langit.
Ada di panas hawa nafas berhembus di leherku
ketika ia membenamkan mukanya di pelukanku.
Ada di gelak tawanya saat ia terpingkal-pingkal
melihat hitam belang mukaku yang terbakar matahari.
Ada di basah senyumnya saat ia mengecup
koreng-koreng lukaku gara-gara tergores karang di perjalanan.
Rumahku
kubangun beratap lindungan Tuhan
berlantai rasa syukur akan ketiadaan
berkusen doa-doa akan segala kebaikan.
Rumahku
ada di bilik dada laki-laki
yang selalu bersemayam damai di kepalaku.
15.4.09
Killed by
Noran Bakrie
at
8:17 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment