4.4.09

Sayang, mau tau apa warna langit Hanoi?
Abu-abu. Tebal. Latar tak seberapa jauh dari mata sudah samar-samar.
Kata mereka, ini musim dingin.
Tanpa AC pun, tidurku sudah meringkuk menggigil dalam selimut.
Dadaku pun darahnya abu-abu.
Karena aku bahagia. Karena aku bingung caranya supaya satupun tak ada yang kecewa. Karena aku mau melihat semua. Dan oh, karena kamu tak ada. Karena aku merindu.

Sayang, hari ini aku pikir aku merasa hangatmu
di tiap molek pojok gedung koloni sempit yang tinggi
di tiap gelap gang-gang bau amis darah babi
Aku pikir aku saat ini bersamamu

Aku pikir tak sekalipun aku berhenti memikirkanmu

Kenapa siiih kamu nggak suka jalan jauh-jauh...?
Kangen. Aku benci dingin tanpa kamu.


- Hanoi, 4 April, 11.30 pm

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape