25.4.09

sore ini,

kamu akhirnya bisa tidur siang. aku memelukmu dari belakang, perlahan.
kamu terbangun dan mendorong tanganku dari badanmu, tanpa satu kata.
dan kamar kita berkeringat.
aku benci gerah. di udara. di dada. di kepala.

You are just too beautiful for me.
aku benci diriku. jika kamu tak mau melihatku.

You don't deserve me.
bagaimana aku bisa memaafkan kebodohanku?

mungkin 2 tahun aku bersamamu
hanyalah sebuah pembelajaran akan kebesaran jiwa manusia
yang Tuhan pesankan untuk seumur hidupku.

mungkin bukan selamanya yang Dia maksud.
mungkin sejenak ini kamu di sampingku, untukku selamanya menyadari
kalau tidak ada yang namanya: selamanya.

tidak ada satu airmata pun yang bisa menebus perih hatimu.
namun aku akan belajar,
percayalah padaku sekali ini, aku belajar,
agar lain kali,
memperlakukanmu, mengurusmu, mengasihi kamu dan menghormati cinta & kesabaran kamu
seakan tidak ada yang namanya: selamanya.

sekian lama panas membeku
buat aku lumpuh terpaku menatap hampa punggungmu.
lalu kamu menarik tanganku kembali ke dadamu, membiarkan aku mendekapmu
dan aku terisak seperti anak kecil di harum kulitmu,
membasahi lipat lehermu.
cobalah mengerti,
setiap aku mampu mengecup sejuk kepalamu,
adalah karunia.

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape