21.6.09

ini untuk pagi-pagi dimana aku terbangun, mengecup keningmu sekilas,
dan kembali terlena dinginnya pagi, dan
hangatnya selimut tebal tempat tubuh telanjang kita bertaut dan bersembunyi
lalu kamu terbangun, menguatkan rengkuhanmu erat-erat, dan diam-diam mengecup mataku yang terpejam
lalu mataku terbuka, kukecup lagi wajahmu. 1 kali. 2 kali. 3 kali. berkali-kali.
dan kupasrahkan semua belahan kulitku tenggelam dalammu
dan kamu memutar tubuhku, menghadapmu. meletakkan dirimu di diriku
menahanku lekat-lekat dalam penuh lenganmu,
aku tak berdaya, tak mau punya daya,
aku adalah apa yang kamu mau dari wanita.
aku selamanya tak mungkin bisa lepas lagi.
dan mungkin juga, tak mau lepas lagi.
lalu kamu mendaratkan hangat tebal bibirmu di sekujur wajahku
menciumi setiap butir keringatku dengan kecupan-kecupan kecil
kecupan-kecupan yang membuatku memohon agar saat ini waktu sejenak berhenti
lalu kamu merapikan rambutku yang awut-awutan, mengusap hidungku yang berminyak,
dan mengelap mataku yang basah oleh kuap dan belek sambil bilang, "kamu cantik kalo pagi-pagi,"

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape