25.7.09

hari ini aku masak makanan favoritnya!
ikan kukus ala portugis.
seperti yang dulu neneknya selalu masakan untuknya
neneknya orang portugis dan tinggal di kampung penchala malaysia
waktu ke malaysia kemarin, aku tanya resep masak ikan itu
dan neneknya bilang, "apapun lauk yang awak masak
tuk kenyangkan orang yang awak sayang,
pastilah sedap."


sore ini dia terbangun dari tidur siangnya.
aku hidangkan seporsi ikan patin kukus berbumbu bunga kantan dan limau.
tumis sayur sawi putih & jagung.
2 piring nasi.
sepoci teh jahe hangat favoritnya.
rempeyek & singkong goreng.
dari siang hujan deras. namun tubuhnya hangat. ia menyelinap keluar dari bedcover. bilang, "kamu pacar paling pintar," dan mendekapku dari belakang.
aku bilang, "coba duluuu... ini resep dari nenek kamuuu,"
dia mencium bahuku, "aku maunya coba kamu,"
aku tersenyum. dan melemaskan punggungku dalam pelukannya.
kubiarkan dia menelusuri punggung dan leherku dengan kecupannya.
"coba... coba." bisikku
dia (pura-pura) tidak mendengarkan.
"coba," aku mencubit sejumput daging ikan dan menyuapnya.
dia tersenyum lebar sambil mengunyah. "enak,"
dia menciumku lama.
"ugh, jigong bau ikaaan," ujarku.
dia tertawa. "siapa suruh nyuapin aku." dia mencolek ikannya dan balas menyuapiku. "enak banget yang. pacarku jagoan masaknya..."
aku memutar badanku dan duduk di pangkuannya. kupegang kedua belah kepalanya dan kubersihkan keringat di mukanya. lama dia hanya menatapku.
kutuangkan teh jahe ke gelas dan minum karena tenggorokanku seret oleh bumbu ikan yang gurih, asam dan kental.
dia masih menatapku, lalu bilang, "kamu cantik,"
dia minum teh dari gelasku. mendekatkan tubuhnya ke tubuhku, menarik kutangku sampai lepas, meletakkan kepalanya diantara payudaraku dan menghisap bau tubuhku dalam-dalam. mencumbui dadaku, menggigit dan memelintir putingku, sampai-sampai aku tak tau mesti bagaimana. sampai-sampai aku kewalahan oleh nikmatnya. lalu dia lepaskan celanaku, dan celananya, dan menarik selangkanganku ke pangkuannya. tuhan... laki-laki ini sungguh pintar mencintaiku.
jam stengah enam sore, merah sinar langit senja mandikan tubuh berkeringat kami yang mengejat-ngejat, dari jendela yang gordennya tersibak.
dan nyawaku lunglai, namun lenganku masih kuat merengkuhnya.
katanya, "aku suka kalo kamu pelukin aku kuat-kuat pas kamu pecah,"
aku bilang, "aku suka melukin kamu,"
katanya, "kamu beraaaat,"
aku tak peduli.
dia mengangkatku untuk meletakkan lemas tubuhku di sisinya. "aku laper sekarang, gara-gara kamu berat,"
aku tergelak.
dia merangkak meraih piring nasinya. meletakkan lauk dan kembali duduk di sampingku untuk makan. dengan tangan. sesuap untuknya, suap berikutnya untukku. begitu seterusnya. piring pertama habis sekejap.
dia bangun lagi, menyalakan dvd. film kartun favorit kami, american dad, di tv. mengambil piring kedua, kembali duduk di sampingku dan menyuapi kami berdua sembari menonton.
sore itu. hujan turun lagi. sinar merah keemasan dari jendela menyelimuti kamar kami. stan smith di tv. tubuh telanjang. satu piring berdua (walau nambah hehe), nasi beserta ikan kukus dan sayur. teh jahe. satupun dari itu, tak ada yang ingin kuganti. semuanya cukup. lebih dari cukup.

dia mencium ubun-ubun kepalaku sekilas, bilang, "makasih sayang. ikannya enak banget. you." satu kecupan lagi. "are." satu kecupan lagi. "the." satu kecupan lagi. "best." satu kecupan lagi.

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape