ini adalah ode kepada bahumu
yang kerap kujadikan peristirahatan kesedihanku
kepada dadamu
yang selalu sembunyikan aku dari jengah dunia
kepada bulu matamu
dan juga matamu.
dan juga jiwamu.
dan juga lapang hatimu.
kepada saat dimana kamu menunduk dan sekilas tersenyum
dan berpikir tak satu orang pun melihat
betapa bahagia kamu membuatku merasa.
wahai kamu,
laki-laki yang bukan hanya berani bahagia,
tapi berani merangkul kecewa:
i told you i was trouble, i told you.
and you smiled,
and god bless the smile on your face.
10.7.09
Killed by
Noran Bakrie
at
12:22 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
8 comments:
hai Noran, salam kenal
baru dua harian deh tau blognya..
suka gaya bahasanya dan kejujurannya :)
dan yg paling penting, suka banget sama foto-fotonya.. 2 jempol
makasi makasi banget sefa :)
glad to know you enjoy them.
i appreciate it. thankyou.
awww noran...
hear hear, sayang... so sweet it hurts teehee...
ih pengen cerita2 lagi... kapan yu kapan mari mari.. hehe
:)
i know. sweetness causes diabetic. not good. hehe ;)
ol dong ah.
hai..puisinya [?] bagus banget,pemilihan katanya oke,
salam
rid
rid, makasih ya... :)
enggak. bukan puisi. ini cuman jurnal :)
kalau begitu jurnal yang puitis..
hahaha :))
i guess everybody feels that everything's poetry when they're in love
Post a Comment