10.7.09

ini adalah ode kepada bahumu
yang kerap kujadikan peristirahatan kesedihanku
kepada dadamu
yang selalu sembunyikan aku dari jengah dunia
kepada bulu matamu
dan juga matamu.
dan juga jiwamu.
dan juga lapang hatimu.
kepada saat dimana kamu menunduk dan sekilas tersenyum
dan berpikir tak satu orang pun melihat
betapa bahagia kamu membuatku merasa.

wahai kamu,
laki-laki yang bukan hanya berani bahagia,
tapi berani merangkul kecewa:

i told you i was trouble, i told you.
and you smiled,
and god bless the smile on your face.

8 comments:

sefa firdaus said...

hai Noran, salam kenal
baru dua harian deh tau blognya..
suka gaya bahasanya dan kejujurannya :)

dan yg paling penting, suka banget sama foto-fotonya.. 2 jempol

Noran Bakrie said...

makasi makasi banget sefa :)
glad to know you enjoy them.
i appreciate it. thankyou.

Gogo Caroselle said...

awww noran...

hear hear, sayang... so sweet it hurts teehee...

ih pengen cerita2 lagi... kapan yu kapan mari mari.. hehe

Noran Bakrie said...

:)

i know. sweetness causes diabetic. not good. hehe ;)

ol dong ah.

rid said...

hai..puisinya [?] bagus banget,pemilihan katanya oke,

salam
rid

Noran Bakrie said...

rid, makasih ya... :)

enggak. bukan puisi. ini cuman jurnal :)

rid said...

kalau begitu jurnal yang puitis..

Noran Bakrie said...

hahaha :))
i guess everybody feels that everything's poetry when they're in love

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape