27.8.09

anak-anakku tidak berbaju
telanjang dada mereka, celemongan muka mereka
oleh tanah, air telaga, dedaunan jati dan mimpi

anak-anakku jago memanjat
serak suaraku tiap sore memanggil nama mereka
supaya mau turun sebentar untuk belajar dan mandi

anak-anakku pintar membaca aksara langit
mereka yang kerap berlarian memperingatiku dari balik bukit
jika awan terbang menggandeng badai yang terlampau dini ke sini

anak-anakku mulia sekali hatinya
entah berapa kijang, beruang, musang, serigala, burung hantu
dapat bagian nasi setiap mereka datang untuk main & menemani

anak-anakku, pangeran dan putri-putriku, tampan sekali
berkilau-kilau wajah mereka saat menutup mata
saat berlutut dan berdoa dengan ayah mereka, sebelum bermimpi

agar cinta kasih mereka mampu sunggingkan senyum dunia.





lanjutan ini. :)

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape