anak-anakku tidak berbaju
telanjang dada mereka, celemongan muka mereka
oleh tanah, air telaga, dedaunan jati dan mimpi
anak-anakku jago memanjat
serak suaraku tiap sore memanggil nama mereka
supaya mau turun sebentar untuk belajar dan mandi
anak-anakku pintar membaca aksara langit
mereka yang kerap berlarian memperingatiku dari balik bukit
jika awan terbang menggandeng badai yang terlampau dini ke sini
anak-anakku mulia sekali hatinya
entah berapa kijang, beruang, musang, serigala, burung hantu
dapat bagian nasi setiap mereka datang untuk main & menemani
anak-anakku, pangeran dan putri-putriku, tampan sekali
berkilau-kilau wajah mereka saat menutup mata
saat berlutut dan berdoa dengan ayah mereka, sebelum bermimpi
agar cinta kasih mereka mampu sunggingkan senyum dunia.
lanjutan ini. :)
27.8.09
Killed by
Noran Bakrie
at
12:02 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment