22.9.09

hidup normal sampai jam 12 siang tadi.
gerry nonton dvd di ruang tengah, aku main game online. tau-tau aku kedinginan. aku pikir hujan. tapi terik kok. oh tidak.
sialan. aku pikir aku sudah sembuh. taunya masih kambuh.
kemarin aku meriang di siang bolong. menggigil kedinginan sampai 3 jam. minum obat dan malamnya aku normal kembali. bahkan kami ml 3 kali, dan pagi tadi kami bangun sekitar jam 6, gerry bandel ngisengin aku, eh eh aku-nya udah keburu mens. hahaha. aku ngakak liat muka manyunnya. untung ngambeknya gerry nggak lama-lama, kemudian dia bangun buatin aku kopi dan bawain kue lapis legit keju ke kamar, hmmm, enak!
abis sarapan kecil, dasar kebluk, kami ketiduran lagi. dan waktu bangun, bingung liat mama yang juga ikutan tidur di samping kami. entah kapan tepatnya mamaku yang lucu itu menyelinap ke kamar kita, tau-tau dia udah bobo dengan damai di tempat tidur kita. hehehe.

ternyata mama baru pulang dari ziarah yoga, beli bunga banyak banget. katanya, besok dia mau ke jambi untuk ziarah ke makan mbah & nenek. aku sumringah dan mendukung, di satu sisi, aku senang mama semangat pergi jalan-jalan, dan kan di jambi dia punya banyak saudara jadi semoga jadi penyegaran juga buat dia, daripada terus-terusan di rumah dan mikirin yoga, iya kan? dan di sisi lain, berarti rumah kan kosong, milik berdua dong, hehe.

kami semua akhirnya bangun dan brunch ketupat bersama-sama.

lalu jam 12 siang bolong yang panas, aku menggigil lagi.
sama seperti jam 12 di hari sebelumnya, aku meriang di siang hari.
tanpa banyak kata, aku langsung meraih kaos kaki di lemari. pasang sweater sebelum semakin drop, lalu menyelinap ke bawah bed cover. meringkuk dan mencoba untuk bisa senyaman mungkin.
namun lama-lama badanku semakin tremor dan aku berteriak di luar sadar. gerry datang, panik. mama juga datang, bawa obat demam. aku lupa persis apa kata-kata mereka, tapi intinya mereka mau bawa aku ke dokter, karena ini adalah hari ketiga aku meriang tiba-tiba begini. aku berteriak kalau aku tidak mau, sebenarnya tidak maksud hati mau teriak, tapi karena memang lagi tremor, bawaannya gragas. karena nahan sakit.
aku tau gerry marah padaku, tapi saat itu aku nggak bisa diajak nurut. badan ini gemetaran nggak berhenti, kejang-kejang kedinginan. aku mengucapkan istighfar berulang-ulang saking nggak kuatnya, dan itu ternyata buat gerry dan mama tambah takut.
kasihan mamaku, dia trauma. waktu badanku ini menggila tersentak-sentak, dia malah masuk kamar mandi dan membersihkan kamar mandi. gerry jadinya ikutan bingung, kenapa juga kamar mandi?
aku mendengarnya bertanya ke mama, "ma, kok bersihin kamar mandi?"
mamaku nangis dan terbata-bata jawab, "biar bersih. biar noran mandi di sini, kamar mandinya bersih."
aku ingat pembicaraan itu, karena sejujurnya aku juga bingung sama kelakuan mama.
lalu mama bilang, "mama masih pengen noran mandi di sini," lalu dia menangis. ya tuhan, rupanya mamaku takut aku ninggalin dia sama kayak yoga ninggalin dia. gerry semakin kalut. yang satu kejang-kejang di tempat tidur, yang satu nangis meraung-raung sambil menggosok kamar mandi.
gerry menelfon beberapa temannya. tapi aku nggak dengar apa yang dia omongin. lalu masuk ke kamar, melukin aku erat-erat. menahan badanku supaya aku nggak terlalu kuat tersentaknya. sambil bilang, "sssssssssssshhhhhhh... sssssssshhhhhhhhhhhhhh..." di kupingku. "ssssssssssssshhhhhh..." itu terus yang dia ulang-ulang. lalu dia bertanya ke mama, "tadi yang mama kasih itu obat demam aja? amoxicillin-nya dikasih nggak?"
"dikasiiihh..." jawab mamaku. dia akhirnya kelar ngurus kamar mandi.
"ma, mama jagain noran dulu. gerry mau manasin mobil. kita bawa dia ke rumah sakit aja ma,"
mamaku terisak-isak tapi menurut. dia gantian memelukku.
aku bilang, "aku nggak pa-pa. tungguin dulu, ini akan reda,"
tapi gerry tidak peduli dengan kata-kataku. dia ngeloyor manasin mesin mobil.
aku tau memang sewajarnya orang bingung kalau lihat seseorang kejang-kejang, tapi sesungguhnya, aku tau aku nggak apa-apa. ini serangan sesaat. firasatku bilang ini akan reda, cuma aku nggak tau kapan, cuma saat ini badanku nggak bisa berdiam sebentar.
aku istighfar juga sebenarnya cuma untuk menahan sakit saja. daripada menyumpah-nyumpah "fuck shit" kayak di film-film barat yang sok keren, nggak ada gunanya. toh memang manusia diberi penyakit supaya dia ingat tuhan kan? semata-mata karena itu.
dan memang, beberapa kali aku ngomong syahadat. itu pun notabene cuma jaga-jaga, kalo-kalo ternyata aku 'lewat', paling enggak udah ngucap. tapi taunya itu malah sukses buat mama meraung-raung sambil bersihin kamar mandi, hehehe...
sungguh aku nggak maksud buat kalian semua panik, ma, po. tapi kali ini tremornya begitu hebat dan aku nggak tau apa lagi yang musti aku pikirin.

alhamdulillah lama kelamaan badanku semakin stabil. ketika gerry kembali ke kamar, sentakanku sudah melemah. keringatku mengucur keluar dan badanku perlahan melemas. aku memohon gerry untuk menunggu sampai kondisiku stabil, sebelum membawaku ke dokter.
mama nampaknya juga agak tenang. dia keluar dan membuatkanku teh manis hangat.
gerry gantian menjagaku dan aku mohon sekali lagi, kalau aku sudah membaik dan nggak perlu ke dokter. aku benci dokter, dia tau itu.
dari lahir, aku benci dokter. jangan tanya kenapa. pokoknya benci.
dulu gerry pernah bilang, aku persis sama dengan papinya. dan dia benci orang-orang seperti kami (aku dan papinya) berdua. hehehe.
gerry tidak berkata apa-apa. aku tau dia marah, tapi sebisa mungkin aku membuktikan kalau aku tidak perlu ke dokter. akhirnya setelah kurang lebih satu jam kejang-kejang, badanku komplit melemas. tenaga buat menolehkan kepala aja nggak ada. aku bagai agar-agar yang bernafas.

aku tertidur kecapekan, gerry menjagaku di samping.
lalu aku terbangun lagi. kepingin pipis. tapi nggak kuat berdiri.
sedang nggak mungkin pipis di tempat tidur. aku lagi mens begini. ih.
aku mencolek gerry, "pingin pipis,"
dia berdiri dan mendorong punggungku agar aku terbangun. lalu memapahku ke kamar mandi. "bisa buka celana sendiri?"
aku meraba pinggangku, menyelipkan jempolku untuk membuka celana dalamku. ya tuhan, menarik celana dalam sendiri saja aku nggak mampu.
"sini aku bukain," kata gerry.
"nggak pa-pa. aku bisa sendiri,"
"sini,"
"aku lagi mens,"
"iya, aku tau. nggak pa-pa."
"nggak usah."
"nggak pa-pa."
"aku-nya malu."
"ssshhh..." dia menyenderkanku ke dinding kamar mandi, melorotkan celanaku dan mendudukkanku di toilet. celanaku merah belepotan, jangan tanya bagaimana muka pembalutnya, namanya juga mens hari pertama, pastinya: ieeeeuuuwwww. namun tanpa ragu sedikitpun, gerry menariknya dan membungkusnya di dalam tissue. lalu dia keluar, membuang bungkusan pembalut bekas itu, merendam celana dalam kotorku di kamar mandi belakang, lalu kembali menghampiriku dengan celana dalam bersih berpembalut baru.
seandainya saat itu aku tidak mati otak dan mati rasa, pastilah aku sudah sibuk terharu. nggak percaya kalau tuhan pinjami aku laki-laki sebaik ini.
aku membasuh selangkanganku sehabis pipis, flush toilet dan menangkap lengan gerry yang terjulur untuk membantuku berdiri. lalu dia memasangkan celana dalamku dan menuntunku kembali ke tempat tidur.
"bobo lagi ya sayang. kamu mau aku ambilin apa?"
pikiranku kosong, jadi agar-agar juga, sama seperti badanku. tidak ada yang terasa benar, tapi apa? apa yang benar? aku menggeleng.
gerry menutup gordyn kamar. "nanti abis mama bangun, aku keluar beli obat. kamu mau nitip apa?"
aku menggumam tanda malas mikir.
"kamu mau minum teh lagi?"
aku mengangguk. dia meminumkanku teh hangat.
"kamu mau pasang kaos kaki lagi?"
aku mengangguk. dan dia memasangkan kaos kakiku lagi.
aku bilang, "kamu orang pertama yang megang softex bekas aku."
dan dia bilang, "kamu mau aku pelukin?"
aku mengangguk.
dia berbaring di sampingku, meraba leherku untuk mengecek suhu badanku, bisiknya, "sekali lagi kamu meriang, kita ke dokter. persetan kamu mau atau enggak. oke?"
lalu dia menyelipkan satu lengannya di bawah bantalku, dan meletakkan lengan satunya lagi di pinggangku.
sakit ini rasanya kayak beneran sakaw. semuanya tidak terasa nyata. aku memusatkan perhatianku pada leher dan dada gerry yang berbulu namun bayangan tubuhnya terasa sangat jauh. padahal aku sudah dalam dekapannya.
semua terlihat kabur. aku kesal, tapi boro-boro marah, ngangkat satu jariku pun aku nggak mampu. aku menutup mata dan ternyata memang lebih baik begitu.

ketika aku bangun, gerry tidak ada di sampingku. tapi dia masih ada di kamar. tengkurap di lantai, sibuk dengan laptopnya.
"hey. tadi aku telfon om hasan (relatifnya yang seorang dokter). ceritain soal kondisi kamu. katanya ini bisa jadi serangan tekanan darah rendah, atau, demam berdarah, atau chikunguya. yang pasti trombosit kamu defisit, itu yang buat kamu menggigil melulu. itu aku udah beliin sangobion, pocari sweat sama jus jambu. kamu abisin semua ya,"
aku mah iya-iya aja daripada berantem. lemes juga mau ngelawan.
"kalau kamu masih meriang lagi, kita ke rumah sakit. titik. aku udah terlalu longgar sama kekonyolan kamu."
"iyaaa..."
"mama nggak jadi ke jambi besok. dia mau nunggu kamu sehat dulu. gimana badan kamu sekarang? udah ada tenaga?"
1... 2... 3... hyak. aku mengencangkan tanganku dan mencoba duduk. bisa! :)
saat itu jam 8 malam. 8 jam dari serangan meriang mendadakku. dan sekarang aku bisa merasakan badanku.
senangnya aku udah nggak lumpuh lagi.
senangnya punya tenaga lagi.
senangnya punya mama dan partner hidup yang baik hati. :)

6 comments:

rar said...

Cepet sembuh y mba noran!
Jgn srg2 n lama2 sakitnya, kasian kn itu gerry n mama khawatir teruusss..
Get well soon y :)

night admirer said...

mba noran..
cepet sembuh yah mbak
kalo sakit terus dibawa kedokter loh
hayo loh..
hehe :D
get well soon

keluargakecilanggaryandi said...

Cpt sembuh ya mba..terharu deh ama Perhatiannya Gerry n Mama..How Lucky..

rid said...

pernah ngalamin kayak kamu ran, pas lagi haid, menggigil parah banget, untungnya nggak lama, padahal nggak sakit apa2 trus ditanyain ke iparku [dia dokter], katanya nggak apa2 emang gitu katanya, kurang trombosit apalah, jadi cuma minum sangobion dan makan sup anget aja, udah.

Noran Bakrie said...

makasih ya doanya... :)
alhamdulillah hari ini udah berangsur sembuh. semoga lusa plan jalan-jalan kita tetap jalan, hehe

oya, ternyata aku sakit malaria.
nah lho, hari gini, masih aja ada yg sakit malaria. hehe
dan dipadu dengan haid, seperti kata rid, jadinya darahku ini acakadut. kekurangan trombosit dan eritrosit.
kmrn akhirnya ke dokter dan lab, makanya akhirnya tau penyakitnya.

hehe, berani kan aku ke dokter. tapi sekali itu aja deh. nggak mau lagi. ;)

owly said...

Tuhan sayang sama Noran.
dijaga baik-baik mama sama Gerry yaaa :)

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape