21.11.09

ibu, lelaki.
detik demi detik kita memupuk ingatan
ampas demi ampas kita saring dan lepaskan

aku ini tidak akan berhenti untuk mengukur
toh kalau aku silap kalian akan menegur
atau, tuhan juga bisa. aku percaya dia sudah mengatur

nyawa ini bernafas bukan untuk diam di rumah
bukan untuk dipasung cari uang sampai mati
bukan untuk terkungkung di jakarta sampai ujung hari
aku mau berjalan menyisir kebebasan. salahkah?

garis hidup ini sekali aku susuri. maju ke depan.
dan keluar.
bebaskan perempuan gila ini,
biar puas dia menghirup langit
biar puas dia menodai dunia.

ibu, lelaki, nasib.
lepaskan aku.

2 comments:

rid said...

nice post
great words

bravo noran ^^

Noran Bakrie said...

hehehe...
ada yg baca curcol ini aja gw dah seneng, apalagi ada yg appreciate :) thank you!

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape