ibu, lelaki.
detik demi detik kita memupuk ingatan
ampas demi ampas kita saring dan lepaskan
aku ini tidak akan berhenti untuk mengukur
toh kalau aku silap kalian akan menegur
atau, tuhan juga bisa. aku percaya dia sudah mengatur
nyawa ini bernafas bukan untuk diam di rumah
bukan untuk dipasung cari uang sampai mati
bukan untuk terkungkung di jakarta sampai ujung hari
aku mau berjalan menyisir kebebasan. salahkah?
garis hidup ini sekali aku susuri. maju ke depan.
dan keluar.
bebaskan perempuan gila ini,
biar puas dia menghirup langit
biar puas dia menodai dunia.
ibu, lelaki, nasib.
lepaskan aku.
21.11.09
Killed by
Noran Bakrie
at
4:50 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
nice post
great words
bravo noran ^^
hehehe...
ada yg baca curcol ini aja gw dah seneng, apalagi ada yg appreciate :) thank you!
Post a Comment