28.2.10

malam ini aku melukis angkasa di kepalamu
kusenandungkan doa ke dalam seluk beluk telingamu
malam ini aku bergumam... hmmm hmmm...
biarkan semesta menata dunia
kita manusia bukan siapa-siapa
bisa mencinta karena tuhan baik luar biasa
bisa bernafas berarti bisa mengubah mereka
mereka, di dunia, yang hidup merajut pola tak berujung
mengulang dan mengulang dan mengulang
menutup mata, tidak berani berkaca pada sejarah
kita manusia lahir berbeda-beda
namun kenapa tumbuh dewasa
dan menelusuri tapak sesat yang sama
memburu emas yang sama
lupa dengan harta karun yang sebenarnya
: bunda gaia.

laki-laki, kita hidup untuk merangkul mereka
yang bertualang terlalu jauh,
terlalu serakah akan segala ruah gemerlap citacita
kita hidup untuk bukakan kembali pintu rumah ini
rumah kita semua, yang sedih, perih dan ditinggalkan
pulanglah kemari.
malam ini aku memahat mantra di jantungmu
kuhangatkan samudra yang lelah menjadi saksi beku
pengkhianatan kami semua
kuhembuskan cinta ke relung tanah yang gemetar,
kesakitan.
sssshhhh... sembuhlah bunda, kami disini, semua disini.

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape