satu persatu sesak
menyeruak
belingbeling kaca kamar terserak
ada mukaku disana, muak.
aku muak.
dengan cinta yang mereka pujapuja
yang tak ubahnya dengan kekacauan
hanya saja depannya terbungkus indah
padahal dalamnya,
mengoyakngoyak jantung
membongkar hidup
meruntuhkan jiwa
sekali lagi. sekali lagi.
berkali-kali
aku sangat ingin percaya dia ada,
sama seperti aku ingin percaya,
kalau semua bisa berakhir indah.
karena itu aku muak.
karena aku tidak indah.
aku tidak indah, lihat.
lihat.
mataku bengkak. rahangku lebam.
tulang-tulangku berteriak.
suaraku hilang.
hatiku juga hilang,
lagilagi kubiarkan dia terlunta-lunta
gepeng terinjak-injak.
biarpun bukan tanganku yang memukulku,
tapi diriku yang menghancurkanku.
tuan, tolong aku.
aku tidak pernah minta siapapun.
kau yang pertemukan aku dengan dia.
kau yang buat aku belepotan cinta.
persetan kau, tuan.
8.5.10
Killed by
Noran Bakrie
at
2:18 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment