studio/kamar gerry, bintaro, 30 juni, jam 5 pagi
entahlah ada obat bius apaan, tapi jam 5 aku akhirnya memutuskan untuk tumbang saja. mataku sih yang buat keputusan sepihak, hehe.
aku lihat gerry sudah ngelindur duluan di pojokan kasurnya, berbaring menghadap dinding. aku berbaring di belakangnya, menghadap punggungnya, karena aku malas menghadap ke arah sebaliknya, kamarnya berantakan banget. hehehe
aku menutup mataku dan pelan-pelan coba terlelap. kepala ini berat sekali, sepertinya aku akan sakit besok. hidung mampet, nafas aja susah bener nariknya.
aku tau gerry memutar badannya, dia menghadapku. tapi aku pura-pura tidur saja, nggak mau liat-liatan sama dia.
tangannya meraih tanganku, lalu jempolnya menyusuri telapak tangan kananku, setiap garis disitu dirabanya. aku menikmatinya. telapak tangan kan paling sensitif, suka geli-geli gitu, samalah kayak ketiak atau pinggang kalo digelitikin. hihi enak
lalu jarinya, aku rasa telunjuknya, menelusuri mukaku. dari dahi, ke pipi, ke hidung, bibir lalu leher. dan itu saja yang dia lakukan. selama beberapa saat.
sampai akhirnya aku beneran terlelap
No comments:
Post a Comment