31.8.10

dalam malam lorong-lorong itu menyala. benderangnya menyilaukan mata, dan banyak diantara mereka berbinar terlalu terang sehingga butalah kita. butalah aku. sepucuk tunas kecil ini layu sebelum berkembang, keriput sebelum berbuah. kata bulan, bahagia itu berbahaya. aku menurut saja pada bulan, kalau dia bilang begitu pasti karena letih dia menyaksikan jiwa-jiwa di muka terra yang lunglai bernafas, dikemudikan kecewa, diperbudak mimpi untuk bisa bahagia.
ah bulan, sebenarnya aku hanya ingin disiram air dingin lagi supaya gembur tanahku dan hilang dahagaku. aku tak mau tumbuh tinggi-tinggi, aku mau dekat-dekat saja dengan tanah. aku itu sederhana. kupingku sakit saat dengar manusia melarat kalau tidak punya uang sepeser pun, aku berani taruhan tuhan juga tertawa dengar itu.
ah bulan, aku bosan. dengan dunia ini, dengan lorong-lorong kelewat terang yang semakin membingungkan arahku.
ceritakan aku tentang mars, venus. tentang dirimu. tentang galaksi bimasakti.


~ nusa lembongan. kepada bintang-bintang dan satu bulan di jungutbatu.
akhir agustus 2010.
Sent from BlackBerry® on 3

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape