Sudah kukatakan bukan? Kalau main api kamu bisa terbakar kalau main pisau kamu bisa terluka.
Jangan pakai matamu untuk menyalahkan aku saat badanmu gosong dan dadamu terkoyak berdarah.
Jangan kutuk aku dan teriak kalau akulah pembunuhmu, jangan.
Aku itu temanmu. Kita berdua sudah cukup umur untuk bertingkah dewasa,
sudah cukup waras untuk tahu kalau setiap manusia menanggung perasaannya masing-masing.
Aku letih.
Sampai kapan kau mau benci aku?
Benarkah itu bisa buat kamu merasa lebih baik?
Baiklah. Benci aku.
Meraunglah pada dunia kalau kau adalah korban dan ambil simpati sebanyak yang kau mau.
Semoga puas. Semoga kenyang. Semoga bahagia.
Semoga lekas pulih borok-borok di harga dirimu itu.
Semoga kita bisa lebih bijak setelah hari ini.
No comments:
Post a Comment