rasanya aku belum berhenti memikirkanmu
di saat hariku kelabu
dan sekeliling mencubit idealisme-ku akan keseimbangan rasa
di saat langit terik dan peluh deras terperas dari harga diriku
saat aku berpikir keras naik angkot mana yang ongkosnya paling murah
saat aku di dalam kendaraan melaju dimana penumpangnya menatap layar ponsel
dan yang kutatap hanya jalanan dihiasi anak kucing cacingan kelaparan
dan yang kurasa hanyalah betapa beruntungnya mereka
lahir dan hidup sekilas tanpa mengerti uang dan serakah dan sirik
di saat dadaku biru
serius biru - aku ditabrak bajaj ketika naik ojek di hari ulang tahunku
kutahan saja perihnya, supaya dunia jangan tahu
- seperti yang selalu aku lakukan: tahan saja semua, dunia jangan tahu -
karena begitu dunia tahu, mereka palingan juga menghinaku
itu pun kalau mereka peduli.
kamu sempat lewat di depan mataku saat itu, karena aku tahu di dunia ini,
biasanya cuma kamu seorang yang sungguh peduli dan urut lebamku
tanpa banyak kata. dan setelah itu kamu pergi lagi.
seperti yang selalu kamu lakukan dulu.
rasanya aku belum berhenti mengharapkan
bahwa mungkin di luar nalarku - mungkin ada kesempatan lain dimana
kita bisa sungguh bersama
tanpa keras kepala. tanpa pasrah. tanpa rasa putus asa.
tanpa rasa salah.
rasanya kita takkan pernah memaafkan diri kita masing-masing
setiap hari aku jatuh ke masa lalu
suatu hari nanti, mungkin badan ini tak sanggup berdiri lagi.
di saat hariku kelabu
dan sekeliling mencubit idealisme-ku akan keseimbangan rasa
di saat langit terik dan peluh deras terperas dari harga diriku
saat aku berpikir keras naik angkot mana yang ongkosnya paling murah
saat aku di dalam kendaraan melaju dimana penumpangnya menatap layar ponsel
dan yang kutatap hanya jalanan dihiasi anak kucing cacingan kelaparan
dan yang kurasa hanyalah betapa beruntungnya mereka
lahir dan hidup sekilas tanpa mengerti uang dan serakah dan sirik
di saat dadaku biru
serius biru - aku ditabrak bajaj ketika naik ojek di hari ulang tahunku
kutahan saja perihnya, supaya dunia jangan tahu
- seperti yang selalu aku lakukan: tahan saja semua, dunia jangan tahu -
karena begitu dunia tahu, mereka palingan juga menghinaku
itu pun kalau mereka peduli.
kamu sempat lewat di depan mataku saat itu, karena aku tahu di dunia ini,
biasanya cuma kamu seorang yang sungguh peduli dan urut lebamku
tanpa banyak kata. dan setelah itu kamu pergi lagi.
seperti yang selalu kamu lakukan dulu.
rasanya aku belum berhenti mengharapkan
bahwa mungkin di luar nalarku - mungkin ada kesempatan lain dimana
kita bisa sungguh bersama
tanpa keras kepala. tanpa pasrah. tanpa rasa putus asa.
tanpa rasa salah.
rasanya kita takkan pernah memaafkan diri kita masing-masing
setiap hari aku jatuh ke masa lalu
suatu hari nanti, mungkin badan ini tak sanggup berdiri lagi.
No comments:
Post a Comment