4.9.04

...


Ada saat dimana kita berkendara bersama
entah kemana, hanya berdua.
Ada saat dimana kita miskin, dan mencari akal
bagaimana supaya kita bisa mabuk bersama, hanya berdua.
Ada saat dimana kita tertawa sampai menitikkan air mata.
Ada saat dimana kita menangis. Atau aku menangis. Atau kau menangis.
Ada saat dimana kita kecewa, dimana kita bahagia.
Ada saat dimana kau menyerah dan aku disana untuk menarikmu,
keluar dari lubang persembunyianmu
- walau nampaknya nyaman sekali kau bersemayam di sana.

Tapi kita hidup di sini
yang terang, kadang menyilaukan. Kadang gelap, serasa kehilangan arah.
Ada saat dimana kita merasa bermakna,
ada saat dimana kita merasakan kekosongan yang menyebalkan.
Tapi kau selalu ada. Mengisi ruangan kecil di hatiku.
Dan aku akan selalu jadi malaikat pelindungmu
yang menyaksikan kekalahan dan kemenanganmu
yang mensyukuri keberadaanmu.

Ada saat dimana kita berjalan bersama,
tanpa peduli segala sesuatu yang di sekitar.
Ada saat dimana kita menghilang dari dunia,
dan tak satu jiwapun yang tahu dimana kita berada
bahwa sebenarnya kita terjebak di kepingan waktu
yang kita bangun bersama
supaya saat nanti segalanya memudar
kita akan selalu abadi, hanya berdua...





No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape