tawaku bagai silet
mengiris nadiku
lematlemat
dan menyapu seratserat
pembuluhku yang berpacu
berkejaran dan meluncur
riang tak sabar
menemui jantung hati
supaya suatu saat
nanti saat kau genggam
batu mimpimu
aku kelak mampu
mengucap syukur
atas hadirmu dan kita semua
bergelut, terpecah
dan menyambung nyawa
sehelai demi sehelai
merangkai damai
mengiris nadiku
lematlemat
dan menyapu seratserat
pembuluhku yang berpacu
berkejaran dan meluncur
riang tak sabar
menemui jantung hati
supaya suatu saat
nanti saat kau genggam
batu mimpimu
aku kelak mampu
mengucap syukur
atas hadirmu dan kita semua
bergelut, terpecah
dan menyambung nyawa
sehelai demi sehelai
merangkai damai

No comments:
Post a Comment