27.6.06

In our living room of hopes

tawaku bagai silet

mengiris nadiku

lematlemat

dan menyapu seratserat

pembuluhku yang berpacu

berkejaran dan meluncur

riang tak sabar

menemui jantung hati

supaya suatu saat

nanti saat kau genggam

batu mimpimu

aku kelak mampu

mengucap syukur

atas hadirmu dan kita semua

bergelut, terpecah

dan menyambung nyawa

sehelai demi sehelai

merangkai damai




No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape