gerry: mo
noran: hahhh baru bales. udah puasss sama miyabi?
gerry: hehe
noran: telpon gak diangkat. ym offline. fb mendem. puasssss kamu coli crat crot crat crot kanan kiri liatin ozawa diperkosa???
gerry: 1, saya nggak miyabi-an.
2, seandainya saya miyabi-an. kan kamu yang suruh tadi siang
3, saya lagi ngedit scene penting, jadi hp saya simpen di tas, lupa. gak nyalain internet juga. maaf ya
4, kamu kenapa ya marah-marah?
noran: maxwell, macbook aku ancuuuuuuuuuurrrrrrr! aaarrrrrrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhh
gerry: yang kamu sms itu, socket HD-nya nggak ada?
noran: IYA. gara-gara masalah socket seitil nggak ada, masa' almarhum siiih pooo? HD baru beli, coba, 900ribu!! pas dipasang, socketnya raib!!
gerry: udah bongkar-bongkar rumah??
noran: udah, semuanya udaaaah. aku cuma pengen kamu disini, supaya aku bisa teriakin
gerry: sayang, sabar
noran: jangan suruh gua sabar
gerry: saya bukan tong sampah kamu
noran: udah deskjob pacar ya, jadi basian. kayak kamu nggak pernah jadiin aku sasaran marahnya kamu aja
gerry: ya udah, sana marah-marah
noran: sama siapa?
gerry: terserah. mm, diri sendiri?
noran: IH GILA SUMPAH JAHAT AMAT SIH LO
gerry: sayang, aku capek
noran: YA UDAH KALO SITU CAPEK. SAYA BENTOK2IN KEPALA KE TEMBOK AJA
gerry: biar...?
noran: namanya juga marahin diri sendiri. tadi udah pukulin kepala pake tangan sambil nangis
gerry: nggak sakit...?
noran: ENGGAK. KURANG PUAS MALAH. tembok kayaknya enak
gerry: sekalian aja palu godam yang
noran: TAI LO GER
(sign out)
2 menit kemudian, telpon bunyi.
Gerry: "Kamu mau aku telpon apa masih mau ngerutuk-rutuk nggak jelas?"
Aku: "......"
Gerry: "Oke. Aku hang-up ya. Besok aku telpon lagi. Aku masih ada 4 scene, semuanya penting, musti aku selesaiin. Jangan bentokin pala ke tembok, lemparin bantal aja yang. Ato lempar HP. Ato lempar apaan kek, cuman jangan sakitin badan, ok? Good night,"
(Telpon ditutup)
Aku berdiri, ke dapur. Cari panci dan melemparnya sekuat tenaga ke tembok. Lalu menelpon dia.
Gerry: "Ya sayang?"
Aku: "....."
Gerry: "Kamu jadinya ngelempar apaan?"
Aku: "Panci."
Gerry: Ketawa. "Yak bagus, pinter. Panci berisik, tapi nggak mahal. Kalo HP kan sayang. Feel better?"
Aku: "Enggak."
Gerry: "What I can I do to make you feel better? Jangan suruh aku beliin MacBook baru, kita musti nabung buat Norry."
Aku: "Kamu ke sini. Pelukin aku. I'll be better."
Gerry: "Hei. Hei. Dengerin."
Aku: "....."
Gerry: "Sekarang apapun yang kamu lakukan, percuma."
Aku: sesenggukan mulai nangis. "Tapi kan MacBook aku harganya 14 juta. Aku nabung berbulan-bulan biar bisa punya... Itu barang termahal yang aku punya..." ngomong belepotan karena sibuk menghela napas dan mengatur ingus dan mengusap air mata
Gerry: "Aku juga sedih sayang."
Aku: "Akuu... Aku sedih banget. Dulu waktu harddisk-nya crash aku bela-belain bolak balik ke setiabudi, bayar 2juta biar datanya balik... Hhhhhhuuuhuuu... Trus dari dulu pengen beli harddisk tapi uangnya kepake melulu, sekarang giliran bisa, udah kebeli, eeehh masa' socket gak penting itu raibbb..... Hhhhhuhuhuhuhuhuhhuhhhhuu..."
Gerry: "Socket itu penting sayang. Cuman kamu baru tau aja,"
Aku: "Jangan dipotong."
Gerry: "Ya, maaf. Kamu mau ngomong apa?"
Aku: "Nggak tau mau ngomong apaan lagi hhhhhhhuuhhuhuhhhhhuuu... Aku mau nyimeng aja, tadi bongkar-bongkar rumah ketemu cimeng stok lama. Boleh nggak, sekali ini?"
Gerry: "Nggak kasian sama jabang bayi?"
Aku: "Nggak kasian sama aku?"
Gerry: "Kasian. Tapi nanti kamu nyimeng, tetep nggak bawa MacBook baru ke pangkuan kamu. Dan kalo kamu nyimeng, Norry kenapa-napa, apa nanti kamu nggak nangis lagi?"
Aku: Nangis tapi mulai teratur temponya, udah mulai pro
Gerry: "Sayang. Mungkin ini cara supaya kamu bisa plong nabung buat beli MacBook baru. Kamu sendiri kan bilang MacBook baru keren banget, tapi ngapain beli toh kamu udah punya MacBook item ini. Mungkin lhooo... Oke-lah. Anggap si MacBook item sudah almarhum,"
Aku: "Maxwell. Namanya Maxwell."
Gerry: "Iya, Maxwell, nah dia sekarang almarhum. Karena hal yang nggak penting. Ibaratnya kalo orang, meninggal kena serangan jantung masih keren, nah ini, si Maxwell masa meninggal karena keselek? Nggak penting kaaaan? Still, dia udah nggak ada. Biasanya kalo orang meninggal, kamu apain?"
Aku: "Kuburin."
Gerry: Ketawa. "Ya, itu bener. Tapi ada yang lain. Orang meninggal, kamu relain. Kasian, kalo nggak gentayangan. Hiii serem."
Aku: "Aku doain juga."
Gerry: "Iya boleh deh didoain. Nah, kamu musti rela Maxwell udah nggak ada. Walau harganya 14 juta, tapi kan itu uang. Uang banyak di dunia yang, selalu bisa kita cari. Iya nggak? Untung-untung tahun depan kita udah bisa nabung lagi buat beli Maxwell 2, dan siapa tau harga MacBook yang kamu naksir itu udah turun."
Aku: "..... Gitu?"
Gerry: "Iya. Biasanya sih turun. Namanya juga gadget, ada yang lebih canggih, kakaknya turun harga. Toh kamu masih punya laptop kantor. Si Maxwell ini nggak usah kita kuburin, kita jual lagi aja. Biar harganya turun, kan lumayan buat nambah-nambahin beli gantinya."
Aku: "Aku nggak bisa ngejual Maxwell."
Gerry: "Bisa. Nggak guna juga kamu simpen. Siapa tau Maxwell bisa dibenerin sama pemilik barunya. Kita liat-lah nanti."
Aku: "Gitu ya?"
Gerry: "Yah sementara anggap aja gitu, worst case scenario."
Aku: "Tapi... tapi 14 jutaaa... Aku nabung bulanan biar mampu beliii..."
Gerry: "Kamu bisa kok dapet 14 juta lagiii..."
Aku: "Aku jahat 'kali ya. Kurang zakat. Suka nyakitin hati orang. Banyak dosa. Makanya Maxwell diambil."
Gerry: "Nggak tau, Noran. Kadang itu kutukan, kadang itu cobaan. Kadang, bad things just happen. Tapi daripada kamu sibuk menghukum diri kamu, mendingan kamu mikirin hal lain yang lebih guna."
Aku: "Apa coba yang lebih guna. Kamu sok bijak deh."
Gerry: "Misalnya, browsing cari tau harga MacBook second berapa, buat patokan harga. Itung-itung keuangan setaun ke depan, cukup nggak untuk nabung buat laptop. Atau, nonton Family Guy juga jauh lebih guna daripada kamu melas-melas mengasihani diri sendiri kayak gini."
Aku: "Aku nggak suka kata terakhir. Mulut kamu tajem."
Gerry: "Maaaaaf. Aku lagi capek sayang. Dari jam 7 kerja, belom istirahat. Ini 4 scene lagi, berarti alamat begadang semaleman. Mulut aku emang judes kadang, maaf yaaa... Jangan diambil hati. Ini aku lagi nampar mulut aku."
Aku: "Jangan ditampar."
Gerry: "Yah, trus?"
Aku: "Dilempar panci aja. Sini aku lempar."
Gerry: Ketawa ngakak
Aku: "Ya udah aku mau ngelempar kuali sekarang."
Gerry: "Kasian besok mama nggak bisa masaaaaaaaaaaak....."
Aku: "Dah."
Gerry: "Dah, I love you Panda."
Aku: "Huuum. I'm not in the mood of saying I love you."
Gerry: "I don't care. I love you Noran sayang. Daaaaaah."
(Di Malaysia pun kamu masih mampu mandiin dan ngademin kepala panas aku dengan perhatian kamu, padahal kamu juga lagi capek, uahh Batman-ku hebat!) - Robin yang nggak jadi lempar kuali, hehehe
Nelpon lagi.
Gerry: "Ya?"
Aku: "Popo?"
Gerry: "Ya sayaaaang?"
Aku: "I love you."
Tutup telpon.
Without you, I'm nothing - kalo kata David Bowie mah
17.12.08
Killed by
Noran Bakrie
at
1:22 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment