26.1.09

enaknya pacaran sama laki-laki

oh ya saya nggak membatasi gender manusia yang bisa saya cintai, laki-laki atau perempuan, sama aja. selama dia sukses buat saya bahagia & mabuk kepayang, dan selama dia masih orang, bukan setan atau binatang. :)

pacaran sama perempuan jelas beda rasanya dengan pacaran sama laki-laki. dan berhubung saya memang bisa menyetel macam kepribadian sesuai dengan maunya saya, so far so good-lah. sifat dasar saya tuh dominan dan suka ngatur (kutukan anak sulung biasanya begini nih), jadi gampang ngurusin perempuan yang emang nalurinya pengen diatur. namun, pada dasarnya lagi, saya masokis dan (sebenarnya oh, sebenarnya!) suka dijajah. nggak tau deh, kenapa, tapi saya bisa turn on amit-amit kalo dikasarin. makanya juga, saya ujung-ujungnya ketemu laki-laki yang mentalnya suka nyiksa. kadang dia nyiksa karena dia tau saya suka, kadang dia nyiksa karena dia emang pengen nyiksa dan gak peduli saya kesakitan apa enggak. seringnya sih, ketemu sama yang tipe kedua.

untungnya gerry itu tipe yang pertama. well, kadang-kadang suka kepeleset jadi tipe kedua sih. ya! sekarang saya buka kartunya ya, teman-teman (udah minta ijin sama gerry kok). soalnya saya sering banget dikomentarin,
"duuuh, kenapa sih lo gak kawin aja ma gerry? kurang apa sih. udah ganteng, badan bagus, jago ng*we, tanggung jawab, sabar, sayang banget sama lo, bla bla..."

haaa, padahal pada nggak tau aja: gerry kasar! (tapi ingat, saya suka dikasarin, hehe)
kayak semalem, nggak tau dia kesambet jin apaan, dia nemprok-nemprok di badan saya, padahal saya dah bilang kalo lagi capek. pegel. seharian kerja depan komputer. pusing. lemes. pengen istirahat. pengen tiduuuuuur. EH EH. dia pura-pura budeg. ngerayu-nya gitu, "mana bisa nahaaaaaaaaan," idih. akhirnya maksa, karena saya lagi males, saya gak turn-on dan jadinya sakit. saya bilang, "sakit." dan dia pura-pura budeg lagi. saya meronta, eh dia nahan tangan dan badan saya. akhirnya teriak lagi, "sakiiiiiiiit!!" -- masih tuh budeg mode: on. akhirnya saya nangis. oh saya sering banget nangis kalo disetubuhi gerry, by the way. (why? ask his 7-inch thingie and my shallow narrow thingie.)
tapi semalem saya nangis karena kesel, punya pacar kok jahat banget. cuman mikirin napsu pribadi aja. emang deh dasar tipikal laki-laki. akhirnya saya ngeracau alias ngomel-ngomel, ngomongin betapa sering dia nyakitin badan saya, lebih tepatnya, ya bagian itu. karena gerry masih hajar terus sambil pura-pura gak denger, akhirnya saya ngomong dengan lantang, nggak marah, tenang kok ngomongnya. cuma aja lantang. "kamu satu-satunya orang yang selalu buat mem*k saya berdarah. saya benci kamu."
dan dia pun berhenti seketika.
saya nerusin, "kapan sih kamu nggak buat saya berdarah? selaput saya dulu kamu robekin, sampe harus dijahit. saya hamil karena mau punya anak kamu, dan saya berdarah pas keguguran. sekarang saya selalu perih tiap pagi, gara-gara kamu kasar. kenapa kamu selalu buat saya berdarah? saya sayang kamu, tapi kamu selalu nyakitin saya."

saya tau saya mengorek lukanya. saya ngomong kelewatan.

dia dulu merasa bersalah setengah mati saat saat selaput saya berdarah, semaleman dia pelukin saya sambil memohon maaf. waktu saya operasi pun, dia berusaha menebus semuanya, dari nganterin, nemenin, kasih makan, buat playlist di ipod biar saya denger lagu aja pas dibius lokal, ngerelain tangannya saya cakar dan gigit saat jarum bius super tebal menyuntik pinggang saya, ngumpetin tagihan rumah sakit (sampe sekarang saya nggak tau berapa biaya itu operasi), di rumah pun servis masih berlanjut, mijitin, jagain, masakin, mandiin -- more than enough. saya jadi nggak tega liat dia, dan saya bilang waktu itu, "i'm okay and i love you."

dan waktu saya keguguran, saya nggak tau apa aja yang udah dia lakukan untuk saya, karena saat itu saya nggak sadar secara fisik dan emosi. ya, saya hancur. perempuan mana yang nggak hancur? dia nggak sekalipun ninggalin sisi saya. walau saya bentak, diamkan. saat itu saya capek banget ngeliatin muka dia, karena saya kecewa, kecewa nggak bisa kasih anak buat dia. saya usir dia keluar kamar pun, dia nurut. dia sepertinya ngasih tau semua temen-temen saya untuk nggak ganggu saya. dia standby setiap ibu saya atau saya minta sesuatu. sampe akhirnya saya bisa nerima dia tidur di sebelah saya lagi. dua hari berturut-turut saya nggak bisa berhenti nangis, dan selama itu pula dia nggak melepas saya dari pelukannya. setiap saya bilang saya sedih, kecewa atau takut, dia nggak berhenti bilang, "i love you. we will be okay."
pengalaman keguguran adalah salah satu kehancuran saya yang paling merusak mental. dan dia selalu ada di samping saya saat itu. sampai akhirnya ada satu malam dimana saya bisa tidur nyenyak biar cuma 3 jam. wuih, enak banget rasanya bisa tidur. pas bangun pun mata nggak bisa melek. dia memeluk saya waktu saya bangun, menciumi punggung dan belakang telinga saya sambil berbisik, "sayangku bisa bobo juga. hehe, kamu bobonya lucu, kayak koala..."
ah gerry. saya nggak akan lupa kata-kata itu.
setelah saya bisa bangkit kembali dan memutuskan untuk mencoba melewati (baca: melupakan) duka keguguran saya, eh, gantian gerry sakit. kena tipes dan musti opname empat hari. dia bilang dia emang langganan tipes, tapi saya tau dia ngeles. dia kecapekan ngurusin saya. karena sebelum keguguran, waktu hamil pun saya udah lumayan ngerepotin manjanya, hehehe...

dan perihal bagian itu saya perih tiap pagi, well, malamnya walau saya nangis kesakitan saat bersenggama, saya memohon gerry untuk nggak berhenti. padahal dia udah nanya, kalau sakit, ya berhenti aja. nah kan saya masokis, jadinya malah begging dia buat nerusin.

jadi ngerti kan, kalo sebenernya ucapan saya itu kelewatan.
gerry cuma bengong. mungkin antara marah, keki dan merasa bersalah. apapunlah. pokoknya dia berhenti. dan nanya, "jadi selama ini aku cuma nyakitin kamu aja?"
saya diam.
dia nanya lagi, "kamu mau apa?"
saya bilang, "nggak tau."
kami diam-diaman.
saya bilang, "sakiiit ger..."
dia mengelus vagina saya, kemudian menciuminya. akhirnya saya luluh lantak. sehabisnya saya biarkan dia menyetubuhi saya lagi, saya masih kesakitan tapi saya udah lemes dan pasrah, sebodo amat, suka-suka dia. setelah dia selesai, dia memeluk saya kuat, seperti yang biasa dia lakukan. dan bilang, "aku nggak mau pisah, tapi nggak mau terus nyakitin kamu. aku bingung. kamu maunya apa?"
saya lagi-lagi menjawab sedapetnya dan sejujurnya, "nggak tau."
dia ngomong lagi, "nanti aku nanya deh, ada nggak obat supaya ereksi aku nggak gede-gede amat,"
saya bilang, "ih sayang. masa' mau kamu kecilin? cowok malah pengen kayak kamu. jangan,"
dia, "abis..."
saya bilang, "nanti kita coba lubricant aja. sebenarnya kan kalo aku basah, nggak masalah. cuman kamu aja yang suka maksa... kayak tadi." ... ... "kan aku capek. pegel. penat bangeeet. aku nggak pengen ngapa-ngapain, cuma pengen tidur,"
"pegel yang? sini aku pijitin. ayo tengkurep," dia memutar tubuh saya, berlutut di atasnya dan mijitin. uwaaaahhh.... enak bangeeeeeeeeeeeeet. sumpah enak, lebih enak dari tadi pas saya di-ml-in :D
langsung deh saya mendengkur-dengkur bagai kucing buduk yang dielus leher bawahnya. dasar gerry, bukan popo namanya kalo nggak iseng. kelar mijitin, dia meraba tulang leher saya dengan kukunya. dari pangkal kepala, sampe ke belikat. oh ya, titik kelemahan saya memang di punggung. super duper sensitif. jangankan diraba kuku dan jemari, kena ujung rambut saya sendiri aja kadang udah merinding sendirian, hehe. gerry menjilati belakang dan daun telinga saya, menciumi sekujur punggung saya. menarik pinggang saya dan saya pun kembali kelabakan. kali ini saya menikmati. lama sekali kami bersetubuh, rasanya lebih dari setengah jam. gerry nggak sedetikpun berhenti, wew, jadinya saya juga nggak berhenti teriakin nama dia. kemudian dia berbisik di telinga saya, "I love you." saya merasakan keringatnya jatuh di pipi saya, dia berbisik lagi, "sayang, aku mentok. kamu ngerasa?" saya mengangguk. bisiknya lagi, "I love you sayang, kamu enak banget, I love you so much," -- hahaaa, udah berasa baca stensilan belom? ini pertama kalinya saya nulis stensil begini, jadi maaf deh kalo kurang pro. anyway, nerusin lagi. gerry mendorong dirinya dalam-dalam, kuat sekali, saya sampe kehabisan nafas. kepala berasa pecah. saya pun meraung saat dia menghunjam dan membanting pinggul saya. saya mendengar suaranya tercekat, kami sama-sama pecah. menggelepar, seperti ikan mas baru dipancing dari kolam dan mendarat ke tanah.
ah saya paling bahagia kalau saya pecah barengan sama dia, it's the best feeling in the world. berasa kayak terlempar ke suatu tempat, dimana cuma ada kita berdua aja, walau sesaat, tapi cuma ada saya dan dia di sebuah dunia yang asing. no one else, nothing else. and that is the only perfection i need in this imperfect world.
sesaat berasa kayak nyawa saya udah terbang entah kemana. gerry tengkurap di punggung saya, dia masih di dalam saya. dia membenamkan kepalanya di antara bahu dan punggung saya, keringat kami melebur, tangannya membekap badan saya, nafasnya menggelitik kulit saya. "I love you." gumamnya. "I'd die without you."
saya ketawa. kecil. "gombal."
"beneeeeeeeeer,"
"gombal."
"kamu tuh hidup aku." gerry menyelipkan tangannya diantara dada saya, tepat diatas lokasi jantung. "kamu tuh badan aku." ... ... "kita jangan pisah ya sayang?"
"jangan..."
"I love you I love you I love you I love you"
heheheeee... pacaaaar, bikin gemes ajaaaa... gerry lucu banget kalo udah kayak gitu. lupa deh kalo mukanya nyeremin hehe
biasanya kita berdua akan tomprok-tomprokan karena lemes selama beberapa waktu. teler. sampe akhirnya ngeh kalo badan dia berat. "huh huh kamu beraaatt... minggir minggir,"
gerry melepaskan dirinya dari badan saya. "sayang, aku keluar banyak banget,"
"emang."
"hehehehe, pacarku pintaaar..."
"huhu. belepetaaaaan..."
"hihihi, semoga bisa jadi baby lagi ya sayang. sini, kamu kakinya taro di badan aku," dia mengangkat kaki saya ke perutnya, lalu kembali memelukku. oh there's another thing that i really really like about him. gerry itu buluan. di dada, pusar, paha bawah dan betis, dan tangannya. bulunya selain lebat, juga ikal. kadang berasa kayak pacaran sama yeti. tapi kalo dikelonin kayak giniiiiii, saya paling suka usel-usel ke dalam rengkuhannya dan merasakan bulunya menggelitiki badan saya yang keringatan. oh i love him so very much!

mana bisa ngerasain bulu dada dan bulu tangan super lebat menggelitiki kulit kita, kalau kita pacaran sama perempuan.
sebenarnya inilah yang mau saya ceritakan dari awal, tentang enaknya pacaran sama laki-laki. tapi kok saya malah jadi ngelantur sana sini nulis stensilan ya? hehehe

dan juga enaknya, karena, well, nothing can replace the pleasure of a big big cock. and the pleasure of a harsh sex. and the pleasure of being forced and intimidated.

oh dan juga enaknya punya seseorang di rumah yang bisa gantiin lampu di langit-langit teras yang super tinggi, atau beli keran ke toko ledeng kalo keran kamar mandi patah. hehe. atau yang bisa betulin mobil dikit-dikit. ngakalin ac bocor. ngotak-ngatik gagang pintu yang macet. atau reboot laptop yang sebentar-bentar suka nge-hang.
nggak cuma itu. kerjaan macam masak sarapan juga dia bisa. nyuci mobil. rapihin dapur. kasih makan dan manjain kucing-kucing saya. ganti sprei tempat tidur. bersihin kamar mandi. nyapu dan ngepel juga sering. :) *sebenarnya gerry pembantu apa pacar ya?*

dan yang paling penting, nggak ada yang ngalahin enaknya dipangku dan dipeluk pas saya lagi sedih. merengkuh bahu yang kekar. dipijitin oleh jemarinya yang kuat. diraba oleh tangannya yang kasar (dan, buluan) -- dan dari dulu, saya selalu tertarik melihat garis urat nadi yang menonjol di sepanjang kulit tangan laki-laki, tangan gerry begitu. dicium sama mulutnya yang besar dan lidahnya yang galak. atau saat badan saya dilempar ke kasur atau lantai atau sofa atau dinding kalau dia mau menelanjangi saya. saat dia menekan dan menahan rontaan saya. ngerasain panas hawa laki-laki di muka saya. tebal kulitnya. tebal alisnya, ngerasain bulu matanya bersinggungan dengan bulu mata saya. ngerasain rambut-rambut halus di pinggir mukanya. brewok samar dan tajam di sekeliling leher dan rahangnya. menyaksikan gimana dia tunduk dan menyerah kepada payudara saya, merasakan dia mengulum mereka dalam-dalam, melintir dan menggigit puting saya. desahannya yang berat. suaranya yang dalam. bisikannya yang (ternyata) super halus. bau rokok kretek. bau keteknya yang asyeeeem, hehehe x) ... mmmh. aroma keringatnya... memeluk dan mengelus kepala besarnya (lengkap dengan brewok yang suka buat gatel itu, hehe) yang damai terlelap dalam cekungan dada saya. mendengarkan bunyi nafasnya yang serak...

hmmmm. enaknya pacaran sama laki-laki.

(ps. nerusin stensilan, sebenarnya ada ronde ketiga malam kemarin. cuma selang waktu beberapa menit, dia udah tegang lagi. hehe. dan kali ini, sangat berbeda dengan yang pertama, saya yang nggak kuat untuk nahan, jadi saya yang mulai. hehehe. dan pas saya udah tidur, dia kembali geser-geser dan nemplok ke badan saya lagi, nyangkutin kaki kanan saya di pinggangnya dan ngelonin dari samping, santai dan malas. mmmhhhhhh....
dan nerusin lagiiiii, pagi tadi. saya terbangun dan wajah dia yang lagi ngeliatin saya, adalah hal pertama yang saya liat. dia menyapa, "good morning baby. i loved you so much last night." dia mengecup kening saya, "and i love you even more now."
saya cuma mesem-mesem cengengesan saat dia bersihin belek-belek yang nyangkut di mata saya. kita berdua bangun sekitar jam sembilan, tapi mandi dan keluar kamar jam sebelas. hehe. 2 kali di tempat tidur dan sekali pas mandi. mmmmmm, enaknya pacaran sama gerry! gehehehe)


kuis: ada berapa kata "I love you" yang tersebut di atas? kayaknya banyak banget saya tulis ya. kalian apa nggak enek ngebacanya? hohoho

6 comments:

Anonymous said...

sayang kamu bebakat kok jadi penulis stensilan :)

Mithya said...

At some point...it's a sweet thing hihihi..I digg yu banget.

Noran Bakrie said...

Haaa... Mithya, thanks thanks a lot.
You know it's in my list of happiness standard, to be able to speak and be heard. Especially from you. I appreciate it :)

Noran Bakrie said...

Popo-

haha tapi kamu lebih bebakat jadi talent stensilan

Nia said...

Aww...Noran tulisan kamu bikin aku deg-degan
hihihi...
Lo berbakat nulis banget Nor, kenapa gak jadi copywriter aja. Kantor gue buka lowongan loh.
Hahahah.

Oya, lo skarang punya cowo Norce?Hehehe...Waw,selamat yaa. Kenalin doong.

Noran Bakrie said...

hahaha... deg-degan kayak baca stensilan-kah? i'll take that as compliment, hahahaha

jadi copywriter yak, td gw berpikir utk jd penulis stensilan ajah... :D lo mo pindah kemana btw ni?

iyak, siaaap, nanti gw ajakin dia kl ketemuan sama anak2.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape