Pulang dari makam Yoga, ada anak kucing mati di pinggir jalan.
Kami melewatinya.
(Aku sesenggukan seperti biasa, Gerry dan Mama sudah maklum.)
Kasihan sekali. Adikku sayang mati di pelukan ibunya,
sedang dia terkapar kaku di trotoar.
Mau kucing kek, anjing, kambing, burung, babi, manusia.
Tak senyawa makhluk pun berhak mati terbuang dan kesepian.
Aku nanti mau mati sendirian, di tengah hutan atau lautan.
Seperti Ikoiko, Ndok, Jason dan Gogo -- yang meninggalkan rumah untuk meninggalkan dunia.
Aku tidak mau mati merepotkan, kalau perlu jangan ada satupun orang yang kusayangi melihat aku sudah jadi mayat.
Tapi nggak seperti anak kucing malang itu kok, tenang.
Aku tau aku nggak terbuang ataupun kesepian, aku tau hidupku diberkahi dengan manusia-manusia yang diutus Tuhan untuk membuatnya indah.
Aku tau aku nggak sendirian, di dalam sini, dalam diriku ramai oleh makna.
Terima kasih untuk itu.
Namun karena aku tau rasanya saat manusia yang pernah jadi bagian hidup kita, pergi.
Aku tau sekali rasanya jadi bolong-bolong dan kehilangan arah.
Aku tau rasanya menyesal dan kangen tanpa punya kuasa berbuat apa-apa.
Aku nggak mau membuat siapapun merasa begitu.
Kalau suatu hari aku meninggalkan dunia ini, Tuhan, biarkan aku pergi sendiri dalam damai - tanpa saksi-saksi yang menangis dan merasa ditinggalkan. Amin.
Ps. Mayat anak kucing itu kami bawa pulang & kubur di halaman :)
18.6.09
Killed by
Noran Bakrie
at
12:12 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment