Kepala jadi kaki. Kaki jadi kepala.
Kering jadi basah. dan Desah meronta.
Tenaga menguap tersamar gelap.
Tanganku kau tekan, kakiku kau renggangkan.
dan
Kepala minta berhenti, badan minta lebih.
Berhenti. berhenti. nggak kuat. nggak kuat. argh. nggak kuat.
Lalu aku menghilang dalam dirimu.
dan Cintamu menggenang dalam diriku.
Sprei, kulit dan rambut.
Sampai pagi mandikan kita dari jendela
dan garis mukamu menyapaku saat senyummu membayang
bilang,
"No one love me better than you do, baby. No one."
Dan matamu. ah.
Dari dulu aku membongkar semua kamus tuk cari kata-kata
yang bisa bantu aku jelaskan
perasaan geli, melayang di dada saat mereka menatapku.
Di mana ahli bahasa yang mabuk asmara saat kau butuh mereka, hah?
17.6.09
Killed by
Noran Bakrie
at
4:53 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment