12.9.09

hari ini membara sekali. enggak pikiran, emosi hati, cuaca.
mama pergi dari pagi karena ada urusan pekerjaan, selepas dia pergi, aku langsung melepas sarung baliku. minum es kopi, ngerokok marlboro black menthol, setel depeche mode, download true blood season 2. aaaaahhh, kepala adem sedikit.
gerry lagi kebo-kebonya hari ini. sampe jam 12 siang pun, terakhir aku tengok di kamar, dia ogah bangun. soalnya hari ini dia niat puasa, dan tau kalau cuaca membakar amit-amit dari omelanku pagi-pagi waktu ngangkat jemuran. jadi dia memilih cara pengecut dalam berpuasa di hari panas: tidur aja terus seharian. hehehehehe
sedang aku pacarnya yang udah duluan batal puasa, lagi berpikir bagaimana caranya agar bad moodku bisa absen hari ini. jadi aku ke kamar dan mencolek si pacar pemalas, hehehe. dia bangun dan melihatku. telanjang. dia tertawa kecil dan menutup mukanya, "momo, puasa mo. puasaaaaaaaaaaaaaaa...." - he's so cute when he does that.
aku ngejogrok di atas pinggulnya. menciuminya. dia masih tertawa, masih menutup mata, tapi kok membalas ciumanku? hehehe. aku menciuminya lekat-lekat, menjilati rongga mulutnya dan dia membalas. lama kami berciuman, akhirnya gerry terduduk. aku memeluk punggungnya dan tidak berhenti menelusuri mulut dan wajahnya dengan lidahku. aku dengar nafasnya tercekat. aku rasakan jemarinya semakin kuat mencengkeram punggungku, aku rasakan sela celananya menegang. aku tarik celana tidurnya, aku ciumi penisnya sampai nafasnya benar-benar terburu. lalu aku duduk di atasnya. ya tuhan, nikmatnya.
"kamu buat aku batal lagi," katanya, tetap tersenyum.
aku meletakkan lenganku di bahunya dan memeluknya lagi. "biarin. aku lagi bete."
"bete kenapa?"
"shhhh..." aku menutup mata dan mengayunkan pinggulku pelan-pelan. kami bercinta dengan sederhana. mentah dan lembut. mengejat tanpa kata-kata, hanya serak basah cekatan setiap dirinya masuk ke dalam diriku terlalu dalam. tanpa kerutan di dahi atau sorot mata memelas, hanya tatapan tanpa tau apa yang bisa terucap. aku tau dia menikmati setiap desah di suaraku. aku senang dia menikmati aku. empat lagu depeche mode kemudian, aku merintih, merenggang dan gemetaran dalam pangkuannya. kami pecah bersamaan.
aku bersender di dadanya, lemas. dia membaringkan aku disampingnya, lalu tiduran memelukku. meletakkan kepalanya di bahu kananku dan menggulingiku.
"kamu keberatan nggak, sayang?"
"hmm? enggak,"
"bilang ya kalo keberatan,"
"nggak papa, aku suka kamu boboan sama aku."
"hiiiii kamu empuuuuuuuuuuk,"
"kayak sapi,"
"panda sapi."
"panda sapi beruang." aku tergelak geli.
dia juga tertawa. "i loooove you enduuut,"
"hehehehe..."
dia mengecup cekungan tulang di pangkal leherku, dadaku sampai ke perutku. lalu menenggelamkan mukanya di antara payudaraku. membiarkan dada kami bernafas terserat-serat dan pikiran kami berjalan kemana-mana.
aku teringat lagi. kamu tahu, bagaimana cerita kegagalan dan kebodohanmu selalu datang menyapa dan menghancurkan perasaan hatimu. tanpa diundang, tanpa bilang-bilang. makanya aku benci melamun, sayangnya akhir-akhir ini aku selalu melamun.
aku ingat diriku dulu, yang selalu menyakiti orang-orang yang aku sayangi. dan tentunya, disakiti oleh orang-orang yang aku pikir takkan mungkin menyakiti. aku ingat almarhum bapakku dan bagaimana aku bisa membenci dan mengaguminya bersamaan. aku ingat almarhum adikku, bagaimana aku bisa sangat kecewa terhadapnya, namun juga di saat yang sama, bahagia dan merasa berarti di saat dia menuntutku dengan segala permintaannya yang tidak semuanya bisa kupenuhi. aku ingat almarhum pacarku waktu aku masih sekolah dulu, kepadanyalah aku mengobral keperawananku dan membiarkan dia terus menggunakan aku, dengan sadar ataupun tidak sadar, kadang dia peduli padaku kadang dia peduli setan terhadapku. aku ingat muka siapa-siapa saja yang dulu pernah menyentuh badanku, semua orang yang aku sepelekan dan semua yang menyepelekan aku.
aku ingat diriku sekarang. ingat kalo saat ini aku masih belum tau apa yang aku mau dan bisa lakukan. tentang cinta, pekerjaan, tentang bagaimana aku ingin menghabiskan hidup. aku ingin jadi apa?
aku tuh bisanya apa?
aku tuh bisa buat apa?
aku benci kalau aku sudah bertanya-tanya. aku tau, itu adalah sesuatu yang semua orang lakukan. kadang di hidup yang telah kita yakini, kita bisa tiba-tiba berhenti dan merasa tersesat. lupa tujuan, atau memang baru sadar kalau tidak punya tujuan. atau malah, tidak tahu tapi pura-pura mau tahu padahal sebenarnya tidak ingin tahu akan tujuannya.
ya tuhan, semakin hari aku semakin ngerti perasaan yoga, almarhum adikku yang begitu takut akan dunia dan mengurung dirinya dalam kamarnya sambil bermimpi kapan dunia bisa jadi seindah yang dia harapkan. aku jadi pecundang tak berguna.
"hmmmmmmhhhh...."
"hm?" dia bingung.
"bete lagi..."
dia mengangkat kepalanya, meletakkan dagunya di antara dadaku dan menatapku. "bete knapaaaaa...?"
"uh."
"ceritaaaa..."
"hmmm."
"ayo cerita, kamu hari ini bete meluluuu..."
"ml-in aku lagi,"
"nggak mau. cerita dulu."
"ml dulu."
"cerita dulu."
"ml duluuuuuuu."
"cerita cerita cerita."
aku meraih selangkangannya, menggenggam dan memijat penisnya.
dia tergelak, "dasar momooooo..." dan melemaskan tubuhnya di tanganku.
aku mendengarnya mendesah, mendengar nafas beratnya tertahan dan dia menutup matanya tanpa melawan. ya tuhan, manusia ini indah sekali. kunikmati setiap garis di wajahnya, lekuk bulu matanya, barisan di alisnya, brewok halus di rahang dan dagunya. dia indah, melihatnya saja aku sudah merasa hidupku cukup.
dia menarik kakiku dan merenggangkannya. kubiarkan dia menyatukan dirinya denganku, melakukan apapun yang dia mau. dia menjilat dan menggigit putingku, menciumi bahu dan dadaku. lalu dia memutar badanku dan menelusuri punggungku dengan bibir dan lidahnya, mengelus pinggangku, pahaku. lengannya merengkuh dan memeluk diriku, kuat sekali aku merasa tidak ada ruang sisa diantara kita. penuh.
aku cinta kamu gerry, aku cinta cara kamu memperlakukan aku.
bahkan aku cinta saat dia hanya terdiam, di dalam diriku. dia kadang suka begitu. lama. kami bersatu dan saling mendengarkan nafas masing-masing. tanpa ada gerakan sedikit pun. biasanya aku cuma bisa terpaku, saat ini pun begitu. aku menutup mata, mendengarkan serak nafasnya di telingaku, merasakan dirinya damai bersemayam di dalamku - diam. ... diam. ssssh. ssh...

waktu dan dunia cuma fatamorgana.
kamilah yang nyata.


lama kemudian dia menarik dirinya, memutar tubuhku lagi. mengangkat kakiku - aku suka kalau dia mengatur kakiku - melingkarkannya di pinggangnya, menyelipkan bantal di bawah pinggulku dan kembali menyetubuhiku. awalnya pelan, tangannya menekan dadaku, kadang menekan tanganku seakan aku tahanannya. lama-lama semakin dalam, dan cekatanku perlahan menjelma jadi teriak. semakin lama dia semakin kuat membanting-banting dirinya ke dalam sela pahaku, ribuan pikiran dan perasaan merasuk ke dalam kepalaku. tubuhku. gerry selalu tau kapan saatnya membuatku gila dan kapan saatnya membuatku melayang. kali ini dia buat aku gila segila-gilanya. dia membacaku, membaca tubuhku, membaca wajahku. dia tau aku mau meledak, kadang dia bertanya di sela buru nafasnya, "enak, sayang? sini, aku pecahin kamu.".
... dan aku pun pecah. kepalaku tertarik, punggungku menggeliat dan jemariku meregang. nafasku tercekat, kututup mulutku erat-erat karena aku tidak mau berteriak. tidak tidak, kali ini aku mau menyimpan semua nikmat yang bisa kusimpan.
dia juga pecah, beberapa saat setelah aku menggelepar. tubuh lemas kami bertumpuk dan dia bertumpu di atasku. mengelap keringat di mukaku, dan menciumku. mencium leher dan rahangku. "ssssh, baby. you okay?"
aku tidak peduli.
dia tertawa kecil. dirinya masih terus mengalir di dalamku. kubiarkan perutku penuh dan hangat karenanya. setelah selesai, dia menyeka selangkanganku dan mengecup klitorisku lembut. lalu berbaring di sampingku, menarik kakiku ke perutnya dan memelukku.
aku masih malas berkata-kata. selangkangan ini berlinang-linang kental dan basah, tubuh ini tidak punya tenaga. cuma mau melihat dia dan membelai garis wajahnya. dia tersenyum. ya tuhan pacarku ganteng banget sih ;)
"sekarang, kamu cerita," tagihnya.
tawaku lepas. ya ampun, dia masih inget. "aku udah lupa,"
"heh, curaaaang,"
"beneran, aku udah lupa kenapa aku bete tadi,"
"katanya mau cerita."
"thanks to you, aku lupa,"
"curang curang curaaaaang," dia bangun dan menindih tubuhku kesal. menahan tanganku sebal dan memegang daguku agar menatapnya. "curang curang. momo curang. aku nggak terima."
tawaku makin keras. "makasih ya sayaaaang, kamu buat aku lupa sama bete aku,"
dia tersenyum. "jadi udah nggak bete?"
aku menggeleng. "enggak."
"hehe. aku seneng kamu udah nggak bete,"
"hehehehehe..."
"aku nggak mau kamu bete lagi,"
"iyaaaaa..."
"aku mau kamu seneng. aku mau kamu. aku nggak mau yang lain."
"hihihihi terus terussss, terus gombalin akuuuu..."
"aku mau buat kamu ketawa kayak gini. aku mau jagain kamu. aku mau kamu bagi semua yang kamu punya buat aku.
aku mau bagi semuanya yang aku punya buat kamu.
aku mau tidur sama kamu, bangun sama kamu.
aku mau denger semua pikiran kamu.
aku mau kamu selalu aman sama aku, aku... aku mau kita terus begini.
aku mau hidup sama kamu."

aku terdiam. belum pernah satu orang pun bilang "aku mau hidup sama kamu" kepadaku.
belum ada. dulu loh palingan pernah bilang, "aku mau nikah sama kamu."
tapi... "aku mau hidup sama kamu"...?
itu adalah hal yang berbeda. jauh berbeda. maknanya lain lagi. itu kata-kata paling indah yang pernah aku dengar.

aku menarik gerry kuat-kuat ke dalam pelukanku, menghisap aroma tubuhnya dalam-dalam dan membiarkan pikiranku menghilang dalam dirinya. sekejap saat itu juga aku merasa berarti lagi.

2 comments:

Gogo Caroselle said...

aaaaaaawwwwwwwwwwwwwww noran,
aku nak nangis lah noran... so sedih and romantic...

Noran Bakrie said...

:)
jgn nangis dong. aku aja yg nangis, hehe

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape