kita semua tau, saya bukan orang suci. saya umat beragama yang biasanya akan disebut kaum murtad. saya tidak bangga menyebutkannya, namun saya juga tidak malu. itulah apa adanya saya.
2 malam lalu, saat ibu saya semalaman itikap di luar rumah,
saya bercinta terus-terusan sampai pagi buta.
lalu saya kepikiran kok ibu saya belum pulang juga
(cakepnya lagi, dia lupa bawa hape)
jadi saya merancang semua skenario yang buat dia belum pulang juga
skenario positif, tentunya
misalnya, mungkin dia mengantuk dan memutuskan menginap sampai pagi agak terang.
atau, mungkin dia memang belum selesai beritikap.
lalu hujan besar mengguyur jendela saya,
sehingga saya berpikir, oh, mungkin dia malas menyetir hujan-hujan begini, jadi dia menunggu hujan reda
saking gelisahnya saya tidak bisa tidur. bolak balik merokok, minum kopi dan pipis ke kamar mandi.
bak mandi kosong, jadi saya hidupkan kran air selagi saya pipis
beberapa menit kemudian air berhenti mengalir.
saya pikir, wayah, pompa air kumat lagi macetnya, padahal basah-basah ujan begini kok...
tapi ya sudahlah. keluar dari kamar mandi, saya langsung ngumpet ke pelukan gerry dan memintanya untuk menenangkan perasaan saya
(ibu saya pulang jam 7 pagi. dengan lempengnya dia bilang, "yah mama kan bilang pulang pagi, jam 7 pagi itu masih pagi kan?" huuuuu, mama dodooool... mana saya tau ada orang yang kuat banget sembahyang semalaman sampe pagi, saya pikir pagi-nya itu maksudnya dini hari. setau saya yang kuat dilakukan sampai pagi terang itu cuma gelek denger tarantuntungan di stadium, hehehe)
dan malam ini. kemarin saking panasnya hari sabtu, saya batal puasa dan karena lagi bad mood, sukses buat gerry batal puasa juga. kami bercinta seharian. malamnya juga. sampai jam 2-lah... akhirnya gerry terlelap dan saya-nya justru melek total (karena ya itu, banyak pikiran yang buat saya bad mood kemarin... masih kepikiran.)
sekilas saya kedinginan dan merinding. saya pikir di luar hujan lagi, namun tidak ada suara rintik air. akhirnya dalam gelap, saya mainan internet untuk mengalihkan segala perasaan janggal saya. saya mendengar bunyi seperti ada yang di dapur, saya pikir palingan itu ibu saya lagi manasin nasi buat sahur.
benar juga, beberapa saat kemudian, ibu saya mengetuk pintu dan menyuruh kita sahur. dia membuka pintu, melongok dan bertanya, "noran tadi di dapur ya? mama denger bunyi ngetok-ngetok,"
"enggak. kirain mamah."
"oh." ibu saya sekilas tersenyum. ada sesuatu yang ia simpulkan. "wah ini artinya bagus. malam ini mama sholat dari jam 12, tadi mama denger ada bunyi ketokan, agak lama, di dapur. mama kira noran, tapi kalo bukan, yah mungkin ini pertanda bagus..."
"pertanda apa? hua, gue merinding nih..."
"yah ini kan malam ganjil. malam lailatul qadr. alangkah bagus kalau kita dikasih petunjuk di malam kayak gini..."
gerry terbangun dan menguping. lalu dia bilang, "oooo iya, dari dua malam lalu kan udah lailatul qadr. pantes mo, malam yang kemaren itu hujan. itu juga pertanda berkah. sama kamu bilang keran air mati tiba-tiba kan? kayak gitu tuh pertanda yang suka terjadi kalo udah lailatul qadr..."
ibu saya semakin semangat mendengar celetukan gerry. "iya, iya. bener. hujan di malam qadr itu pertanda bagus. aduh noran, malu deh masa' gerry tau kau nggak tau?"
"yah... maap."
ibu saya kembali ke dapur sambil bilang "alhamdulillah ya allah," keras-keras dan mulai komat kamit berdoa.
ah mama. semoga malaikat memang datang dan menjaga rumah kita ya ma... :)
saya bukan orang suci, ataupun relijius. keimanan saya cuma setitik pasir di tepi lautan keimanan ibu saya.
tapi saya percaya tuhan itu baik, tuhan itu sayang kita semua. dan saya percaya malaikat selalu hadir di sekitar kita, dalam bentuk apapun juga. dalam bentuk ibu saya, dalam bentuk lelaki saya, dalam bentuk kucing-kucing saya. dalam bentuk almarhum adik saya. dalam bentuk teman dan musuh saya. dalam bentuk orang yang mencintai dan mendzalimi saya.
terima kasih ya tuhan :)
13.9.09
Killed by
Noran Bakrie
at
4:08 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
amiinnn
biar ga religius kan noran ga jahat, gada niat nyakitin orang...
*hugs*
amiiin... semoga emang iya ya... :)
Post a Comment