29.12.09

kamar, jam 1 pagi.
aku ngelap-ngelap kamera buat persiapan shooting trip. dia buat checklist dan rapiin schedule proyek di google notepad.

dia, "kamu udah jarang nulis-nulis di blog."
aku, "hmmm..."
dia, "biasanya kamu suka nulis-nulis... soal kita,"
aku, "kamu mau aku nulis-nulis soal kita lagi?"
dia, "hehe... nanya aja,"
aku, "aku kan udah gila tuh sama kerjaan dari budpar. lagi gak mood,"
dia, "ah dari dulu kamu juga selalu gila gara-gara kerjaan,"
aku, "hmmm..."
dia, "kamu kadang nyebelin kalo gila."
aku, "ih, kamu juga. ngaca deeeehhh..."
dia, "tapi aku nggak teriak-teriak garang,"
aku, "helooo... kamu bentak-bentak saya. dikit-dikit melotot. dikit-dikit nyumpah, ngehina-hina..."
dia, "tapi kan kamu perempuan."
aku, (berdeham) "dan kenapa kalo perempuan...?"
dia, (mikir sejenak) "nggak pa-apa. cuma kalo perempuan suka teriak-teriak itu... nakutin. galak banget,"
aku, "dan kalo laki-laki itu wajar teriak-teriak?"
dia, (mati kutu dan kemudian menciumku sekilas untuk mengalihkan perhatian.)
aku, "don't kiss me when we argue,"
dia, (pura-pura sibuk browsing internet) "we're not arguing,"
aku, "ehm. yes we are. jawab."
dia, "apa?"
aku, "laki-laki macam kamu wajar kalo teriak-teriak?"
dia, "baby, you are so sensiiiii..."
aku, "kamu tau kan rasanya kalo aku marah-marah. padahal aku nggak marah sama kamu, marah sama diri sendiri, marah sama kerjaan... dan menurut kamu itu nyebelin. padahal gak sekalipun kemarahan aku, aku tujukan ke kamu."
dia, "aku mau buat mi goreng,"
aku, "jangan kabur."
dia, "kamu sensi. aku males..."
aku, "dan kamu, setiap kamu stres sama kerjaan, kepada siapa selama ini kamu tujukan kalo bukan aku? dan kamu masih bilang, aku nggak pantes. perempuan nggak pantes. kalo laki-laki pantes. 
oh honey, fuck you.
selama ini kamu mikirnya begitu, fuck you. berkali-kali aku nahan sabar setiap kamu kayak taik kelakuannya, dan kamu masih mikir begitu. boys are assholes.
tau gak, cara pikir laki-laki, kayak yang kamu punya itu, yang buat aku lebih gampang simpatik sama cewek. we never think we deserve more rights than man."
dia, "aku nggak pernah bilang laki-laki itu pantes teriak-teriak."
aku, "kamu nggak perlu bilang juga udah ketauan maksudnya!"
dia, (mengecup hidungku sekilas) "you are so pms."
aku, (manyun)
dia, "oh yes you are. sekarang tanggal 28, kamu udah telat seminggu. you are so pms, my lady. mi goreng extra rawit?"
aku, (masih manyun tapi mupeng) "pake sambel goreng yang banyak."
dan dia pun ke dapur masakin aku mi goreng. super benyek. super pedas. telor setengah mateng. makanan pualing pas kalo lagi pms :)


oh honey, i love you when you still cook for me after i'm being such a bitch.
dan aku nulis-nulis lagi kan niiih, di blog! :)

abis makan mi, kamu bilang, "aku nggak pantes. emang kelakuan aku nggak pantes ke kamu. maafin aku. aku akan berubah." (mengecup keningku) "aku sayang kamu, momo galakku," (kecup lagi) "yang sabar," (cepat-cepat nambahin sebelum aku sensi lagi)


:)

2 comments:

rid said...

akhirnyaaa bisa mampir lagi,baca-baca lagi di sini..
aku kira masih pake undangan, ternyata sudah kembali seperti sedia kala ^^

mat tahun baru 2010 ya, ran, semoga semuanya bisa lebih baik di tahun baru ini.aamiin.


[blog-mu aku follow yaa ]

Noran Bakrie said...

amiiiiin... sama-sama kamu juga yah dear! :)

sbnrnya mau pasang adult content filter, tp semenjak kmrn blog dibuat readers-only, pas dibalikin ke public, itu filter gak bisa kepasang huhuhu...

thanks udah baca...

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape