5.12.09

kelamkelam dimana perlahan dia jahit kembali cinta
kerap menguap saat matahari menyapa
susah kujelaskan apa ini warnawarna asap di dada
setiap dia menyematkan lengannya di antara leherku dan bantal
dan mebiarkan jemarinya menari di kulitku
kadang tanpa suara
kadang kata-katanya seperti sulap
menjelma dua badan ini jadi tiada
dia bawa kami ke sebuah masa
dia buat aku lupa semua.

sampai segaris sinar menusuk dari sela gordyn kamar
sampai kudengar nafasnya menghirup rambutku dalam-dalam
menggigit bahuku, ujung hidungku
sampai jemarinya memainkan bibirku
sampai lepas tawaku
dan dia memperhatikan aku
senyumnya tertarik.
kukecup senyum itu berulang-ulang
lalu kalau aku letih dan lemas,
dia menarik wajahku. sampai mata kami bersatu.

ada waktu dimana, aku tidak punya kuasa.
dimana aku tidak kuat menahan rasa.

dan dia, laki-laki itu,
masih ada. di kamarku. di hidupku. di dalamku.
setiap pagi dia mengantarku ke kenyataan.

hari ini dingin, berkabut dan indah.

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape