pulang dari makan malam natal keluarga besar popo, kami kekenyangan.
rasanya seperti, sudah seekor sapi, seekor babi, seekor kalkun, selusin ikan salmon dan sepuluh kilo salad/sayur-sayuran ngendon di perut, hehehe
meskipun udah ngoles-ngoles balsem di perut supaya ademan dikit, masih nggak ngaruh tuuuhh... tetap saja kencang rasanya otot perut gendut ini. begitu pula popo, keliatan banget mukanya keder kekenyangan... hehe. dia kalo kenyang mukanya bloon hihihi
saya sampai tulis thread di plurk, "kapok liat makanaaaaannn..."
tapi emang dasar saya munafik.
ketika sampai rumah jam 1 malam, mama ternyata juga baru sampai. kasih tau ada lasagna di microwave.
bagai garfield, saya gila lasagna. beneran. kelemahan saya itu terletak pada ikan asin peda merah dan lasagna.
orang yang pernah tinggal bareng sama saya pasti udah pada afal. nggak ada istilah kenyang kalau udah makan dua hal itu.
jadi popo cuma ngejewer kuping saya aja pas saya buka pintu microwave, ketawa kebahak-bahak, bilang, "rakuuuuusssss..." - lalu ngeloyor ke kamar, cuci muka, ganti baju.
sedang saya pacarnya yang jorok ini, ngegondol sekotak lasagna ke kamar, buat nutrisari jeruk nipis dan bawa dvd "he's not into you" buat lucu-lucuan di kamar. males cuci muka, ganti baju aja sama kutang si popo yang longgar biar angin siwar siwer ke daerah ketek dan perut, hehehe
"sengajaaa banget bawa lasagna-nya ke kamaaaarrrrr...." sindir dowerku itu. aku tau dia sempet ngelirik pengen juga tuh, padahal. cuman kekenyangan dan malu aja udah duluan ngatain aku rakus hihihi
"kalo-kalo." balasku pendek. "nonton film cewek yah sayang yah, yah yah yah?," aku setel dvd. duduk manis di kasur. dan berniat untuk menenangkan perut sebelum mengisinya lagi ohohoho - namun niat tinggallah niat. filmnya baru sampe opening title saja saya udah gelisah, trus kok, jadinya saya lirik-lirikan sama lasagna. duh tapi kenyang, duh tapi pengen, duh tapi kenyang, baiklah noran, tentukan sikap. kenyang apa pengen? PENGEN.
dan popo kembali terbahak waktu saya mengambil kotak dan mengunyah lasagna sok tenang sambil nonton film. saya pura-pura gak dengerin. terus aja ngunyah-ngunyah sendirian sambil dikit-dikit menggumam, "mmmm... mmmm... gawd, this is goooood..."
popo lama-lama diam, dan terjebaklah ia dalam godaan saya. dia menarik saya ke badannya dan ikutan mencolek lasagna. "momoku rakusss..."
"grok. grokkk."
"piggy momo."
"grooookkkkkk."
dia mencium pipi saya, menggigit telinga saya.
"i'm a pig. don't bite a pig."
lalu dia menciumi leher dan bahu saya. biasa deehhhhh
"lasagna-nya belom abiiiiiissssss..." geram saya agak sebal. tak ada yang bisa memisahkan saya dan lasagna, not even sex. hehehe
popo membiarkanku menghabiskan jamuan saya, sesekali dia mencolek juga. saya jilati jarinya yang belepotan keju dan daging, mmmhhh. a boy that tastes like lasagna, my kind of boy.
sabar sekali dia menunggu saya. pacar yang pintar. sampai sudah licin aluminium foil-nya, sampai sudah licin dasar kotak lasagna dari saus-saus keju yang tersisa, baru dia menarik kutang saya sampai terlepas.
saya bilang, "mau cuci tangaan,"
dia nggak peduli.
saya bilang, "film-nya belum selesaiiiiii," - saya tau itu sia-sia. setiap kami menonton film perempuan, pasti popo bosen dan yang ada malah gangguin saya. coba kalau kami nonton film-nya dia, huhh boro-boro, paling mentok dia melukin saya aja kalo saya udah ngelindur ngantuk.
dia memutar badan saya hingga menghadapnya, menatap saya lama. lalu menjilati jari jemari saya, satu persatu, membersihkannya dari amis saus keju dan daging. lalu setelah membersihkan tangan saya, dia menciumi leher saya, dada saya, pinggang saya, menghisap dan menggigit puting susu saya sampai punggung saya mengejang. lalu membaringkan saya, menarik celana dalam saya, membuka pergelangan paha saya selebar mungkin dan menjilati klitoris dan kemaluan saya. disitulah kurang ajarnya dia, dia begitu hebat membuat saya nggak berkutik dan mengiba-ngiba. saya udah pernah kenal beberapa orang, dan sampai saat ini dia pemenangnya kalo udah urusan bagian situ. enaknya amit-amit, buat beneran lupa dunia deh, maknyus kalo kata om bondan. popo saya hebat, laki-laki paling hebat. 14 tahun saya bertemu dengan banyak laki-laki dan perempuan, kali ini ketemu yang paling hebat. yang paling ngerti, yang bisa baca pikiran saya, mengontrol saya dan buat saya pecah berkali-kali dalam waktu yang singkat.
lalu setelahnya, dia mengangkat kaki saya dan mencintai saya. dengan buruk. saking buruknya saya teriak-teriak nggak kuat, saya cakar punggungnya, dia gigit jari saya, leher saya, bahu saya. lalu dia putar badan saya, dia ciumi punggung saya, gigit paha saya kuat-kuat, tarik daging daging saya, kembali buat saya kelabakan. lalu dia dorong saya ke tembok, dia jepit saya sampai saya teriak-teriak lagi. sampai rasanya udah nggak kuat lagi. dia tarik rambut saya, ciumi sekujur leher, lalu dia hempaskan saya lagi ke kasur. dia angkat pinggul saya sampai saya meraung-raung minta ampun, dia dorong dirinya kuat-kuat jauh ke dalam saya, sampai saya tercekat, sampai kehabisan nafas - tarik. tekan. tarik. tekan. tarik. tekan. saya nggak kuat. dia begitu hebat, begitu besar, begitu dalam. kadang saat di dalam, dia masih mendorong saya, rasanya badan saya sudah habis. apa lagi yang tersisa. semua sudah penuh dengan dia. sudah habis. saya sudah habis. habis. habis. habis. kering. lalu gelombang itu datang. besar, tajam dan menggelitik. dan saya terpental saat dia berteriak pecah. saya juga pecah. kepala ini tertarik, semua otot mengejang dan saya beneran terlempar.
kami tak bergerak sedikit pun.
cuma dag dig dug bertempo berantakan menghantui gendang telinga.
jantungnya. jantung saya.
jantung kami.
semenit. dua menit. tiga menit.
10 menit.
dan dia mengeluarkan semuanya di dalam saya, lalu menciumi leher saya kemudian menggigit bahu saya. semakin kuat gigitannya, semakin hangat rahim saya dipenuhi dirinya. dia suka begitu akhir-akhir ini, sepertinya dia sungguh menikmati.
dia mengangkat tubuhnya, mencium dahi saya, kelopak mata saya, bibir saya, lalu mencium klitoris saya. lalu mencari remote dvd, "ini terakhir sampe chapter berapa?" lalu me-rewind film perempuan yang tadi saya tonton.
"trus... trus... trus... dikit lagi. nahh, sampe sini aja yang," saya memberi aba-aba supaya dia berhenti me-rewind.
dia bersender di samping saya. "mau minum yang,"
saya mengambilkannya segelas nutrisari dingin yang dari tadi memang belum sempat diminum.
dan dia menarik tubuh saya ke pelukannya, kami meneruskan nonton sampe ketiduran :)
25.12.09
Killed by
Noran Bakrie
at
2:51 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
waah
aku deg2an bacanya.....
hihi brasa nonton film thriller ah iniiii!
hihihi... baca aja gogo udah deg2an, nah bayangin deh rasanya pas ngelakuin... :P
Post a Comment