14.1.10

for sharon

Sharon, teman saya yang tinggal di Sydney, baru aja nelpon.
Padahal saya lagi di ngambang-ngambang di kapal di pelabuhan Pulau Komodo, dengan sinyal GPRS - GSM on/off mode. Kadang-kadang GSM-nya malah raib total. Tapi Sharon masih usaha nelponin terus, dan dari suaranya yang bergetar, saya tau kalau dia serius sedang dalam gundah gulana. Makanya saya ngungsi ke dok belakang kapal, disitu peruntungan sinyal-nya lumayanlah, itu tempat langganan saya kalo udah pengen nge-tweet/cek masakan di cafe world/cek email, hehehe *Bela-belain amat yak*

Jadilah saya menerjang angin malam yang agak heboh di Januari musim hujan ini di dok belakang, terputus-putus mendengar isakan Sharon dan sebisa mungkin menyambung-nyambungkan tiap maksud dalam curhatannya. Saya nggak banyak ngomong, saya tau Sharon cuma ingin didengar. Kalau dia ingin diskusi tentang sebuah masalah, bisa aja dia ajakin saya Skype atau YM-an. Tapi kalo temen cewek kamu nelpon sambil nangis-nangis dan meracau (Oh yes you are, honey, you were meracau), percayalah, mereka hanya ingin didengar :)

Intinya, well, singkatnya, Sharon baru nangkep kalau pacarnya selama 5 tahun itu, Ben, berkhianat. Yah. Emang dasar laki yeee. Nggak Gerry (Maap hayang), nggak Ben, dan saya yakin pasti banyak banget nama-nama laki-laki lainnya yang bisa kita sebutkan sama-sama. Nggak cuma laki-laki sih, pelaku dan korban pengkhianatan itu nggak kenal gender kok, cewek juga bisa-bisa aje. Saya juga pernah melakukannya (Nggak bangga sih, tapi daripada boong).
Cuma, apa sih, yang buat kita merasa terkhianati?
Perjanjian awalnya itu gimana. Ekspetasinya gimana. Idealnya gimana. Kenyataannya gimana.

Saya adalah orang yang masih harus belajar banyak soal menjaga hubungan, bisa dibilang saya itu sebenernya orang paling egois, dangkal dan ignorant ~ some way. Dulu Jacy pernah bilang saya begitu, dan dia benar. Dia sering benar.
Pengalaman saya cetek, sebelum Gerry, hubungan saya paling lama cuma bertahan selama 7 bulan. Kalau ditanya kenapa, jawabnya: Nggak tau. Bosen. Gampang banget suka orang lain. Apakah itu salah, menjadi pribadi yang tidak setia itu, salahkah? Iya, kalau kita ngakunya ke pacar kalau kita setia.
Nah, kamu ngakunya, kamu gimana ke pacar kamu, Ben?

Menurut yang saya lihat di sekeliling saya, wajar kok kalo rasa sayang kita lama-lama menguncup ke pasangan kita, wajar kok kalo kita bosen, wajar kok kalau lama-lama kita sebel dan nggak mau terus-terusan menerima keadaan pasangan kamu, wajar kok kalo kita nggak mau nerusin sebuah komitmen. Apa lagi yang musti dipaksakan. Stop screwing around, nggak usah ngoyo. Kamu nggak salah. Iya, pacar kamu bakal sakit hati (kemungkinan besar) dan siapa sih yang pengen ditinggalkan kalo sudah terbiasa kemana-mana bareng? Nggak ada.
But you're not a criminal by doing that.
What makes you a criminal, is when you act like you'll gonna take care of his/her heart, while in fact, you don't give a damn about the heart and actually betraying it.

Yah, itu setau saya sih. Lagi-lagi, saya masih harus banyak belajar. Kita semua begitu kan? :)

For Sharon, sayang, manis, cantik, aku mana bisa ngomong yang indah-indah. I've never been in your position, I am totally clueless and I won't act like I know how it feels. 5 tahun itu waktu yang lama. Lama. Lama. Umur kamu 29, 5 tahun itu berarti 1/6 dari hidup kamu, udah kamu jalanin bersama Ben. I wish things could be easier for you, baby.
Cuma aku bisa kasih tau, siapapun manusia itu, orang tua kita, pacar kita, suami kita, saudara kita - semua orang bisa berubah. Jalan hidup kita yang selalu lurus membelah hutan indah bisa tiba-tiba berujung buntu ke sebuah jurang, dan kita pun jatuh. Dan saat kita jatuh, berlututlah kaki kita, itu posisi yang sempurna untuk berdoa, sayang. Dan kamu akan berdoa, dan berusaha, supaya hatimu tambah kuat untuk menemukan jalan baru lagi di hidup kamu.
Oh I hate bullshitting, I sound like preaching, but there I've just said it. I love you Sharon, chin up, women are born to be warriors.

No comments:

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape