aku suka lari.
badanku berat jadi lariku juga berat.
tapi aku suka lari.
kadang aku tutup mataku kalau lari malam-malam
aku biarkan sukmaku menari mengikuti dentaman lagu di ipod
(oh ya, lari itu musti sambil denger lagu. disitu nikmatnya.
sekali-kalinya aku lari tanpa dengar lagu,
itu waktu aku di dekat pantai, di daerah cimaja
aku lari di jalan setapak
di sebelah ku ada sawah isinya kodok berdegongdegong
di belakangku ada debur ombak laut selatan.
jadilah aku lari sendirian sambil dirasuki harmoni alam
malammalam.
nikmat.
tapi kalau lari di komplek rumah atau di tempat umum,
ipod itu telak hukumnya. pusing dengar suara orang.)
aku suka kalau lari sampai dadaku sakit
sampai nafasku dan udara rasanya tertarik dari dalam
sampai tenggorokanku terasa seperti sabut cuci saking keringnya
sampai kupikir satu langkah lagi kakiku maju dan jatuhlah aku
aku suka kalau kepalaku terus menimbang,
berhenti, tidak, berhenti, tidak, berhenti noran sebentar lagi kau bisa mati
namun nyatanya sembari kepalaku berpikir, kakiku terus berlari
sampai tidak merasa tanah tertapak lagi
sampai cuma ada diri ini dan waktu
sampai dunia tidak kelihatan lagi, tidak penting lagi.
tidak ada satupun yang penting,
karena itu, jangan berhenti.
lalu tanpa kusadari, berat badanku menghilang
dan aku menjadi angin.
betul kan? tidak ada yang nyata.
semua yang kita kira ada itu manusia yang buat ada.
di mata alam, aku hanyalah makhluk
yang menyamar jadi manusia
dan pura-pura bisa merasa.
17.6.10
Killed by
Noran Bakrie
at
12:12 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment