pelanpelan perlahan nian kupisahkan detakdetak yang kerap meruang di liang kepala kita, satu persatu cabang terurai kuletakkan dan kurapikan susunannya di pahamu, satu benang halus sekali, aku nyaris tak bisa menjepitnya dengan kedua jariku yang sudah basah oleh cemas, tanyanya, "akukah perempuanmu?"
inginkah kau tau jawabannya?
katamu tanya itu selalu hinggap di kepalaku namun selama ini otakku rupanya baru hanya separuh kupakai. kadang aku tidak ingat cinta, kadang aku terjebak cinta, itu katamu.
inginkah kau tau jawabnya?
rautmu bisu saat kau meraih punggungku berusaha menangkapku dalam pelukanmu, katamu tubuhku tak ada isinya, tak berdaging tak bertulang hanya hangat darah mengalir di kulit tanganmu, yang kemudian kau genggam erat-erat seperti bocah yang hendak meraih awan di hari yang cerah.
katamu kadang aku tak punya rasa, kadang aku indah. katamu aku buat kamu gila.
ah, hati-hati aku buka tiap sekat yang mempartisi selasela otakku itu, supaya segala kegelisahan itu menguap dan kemudian aku bisa mengajakmu menari di ruangan tak terlihat ini, supaya kamu bisa mengelus rambut panjangku yang kerap kamu hirup, sebelum akal sehat kita terpejam, sebelum kita usapkan keringat kita pada ujung malam yang pekat oleh cinta.
benar, akulah perempuanmu.
tak ada yang kuingin selain kamu selalu merinduiku.
13.6.10
Killed by
Noran Bakrie
at
1:56 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment