di bulan juni aku luluh lantak
pada musim panas
pada lonceng nyawa
pada jentera hati
pada lekat tatapnya
saat dia bilang,
"sekarang ataupun nanti,
kamu harus biarkan aku di sini."
lalu dia letakkan
telapak tangan kanannya yang kasar
di dadaku, diatas jantungku.
Aku bersyukur 2 tahun sudah kamu biarkan aku merajut diriku dalam cita-cita kamu, Lelaki. Semoga Tuhan tidak bilang aku serakah kalau aku bilang, aku mau kamu ada. Di sini. Sampai waktu menyerah nanti.
No comments:
Post a Comment